Senin, 15 September 2014

Dortmund vs Arsenal dan Bayern vs City Panaskan Matchday I Liga Champions

Total 32 tim akan mulai bertarung di Liga Champions tengah pekan ini sampai dengan bulan Juni tahun depan, dengan tujuan menjadi satu dari dua tim yang akan tampil dalam final 6 Juni depan di Olympiastadion, Berlin.
Di ajang Liga Champions kali ini beberapa tim kondang harus absen, di antaranya Manchester United–kali pertama sejak 1995–akibat cuma finis di posisi tujuh Premier League musim lalu, AC Milan yang finis di posisi delapan Serie A musim lalu, Inter Milan yang kembali harus tampil di Liga Europa, dan Napoli yang disingkirkan Athletic Bilbao di fase playoff.
Pun demikian, kompetisi antarklub itu dijamin takkan berkurang sengitnya. Di matchday I ini saja, misalnya, sudah langsung ada partai antara dua klub tangguh Eropa yakni Borussia Dortmund lawan Arsenal di Signal Iduna Park, Rabu (17/9/2014) dinihari WIB. Kedua tim itu akan berusaha meraih hasil positif demi memelihara kans lolos dari Grup D yang juga dihuni oleh Galatasaray dan Anderlecht.
Sementara dari Grup E, partai yang sama serunya juga akan hadir melibatkan klub Inggris dengan Jerman, ketika Bayern Munich menjamu Manchester City di Allianz Arena, Kamis (18/9) dinihari WIB. Poin menjadi amat penting mengingat panasnya Grup E yang juga dihuni oleh dua tim tangguh lain, AS Roma dan CSKA Moskow.
Total ada 16 partai yang akan hadir di matchday I yang dimainkan selama dua hari tengah pekan ini. Dengan persaingan yang kian ketat dan pertaruhan yang teramat besar, pertarungan niscaya sudah akan langsung berjalan panas nan sengit.
Berikut partai-partai matchday I Liga Champions
Rabu (17/9/2014) dinihari WIB
Grup A
Juventus vs Malmo FF
Olympiakos vs Atletico Madrid
Grup B
Liverpool vs PFC Ludogorets Razgrad
Real Madrid vs Basel
Grup C
Benfica vs Zenit St. Petersburg
Monaco vs Bayer Leverkusen
Grup D
Borussia Dortmund vs Arsenal
Galatasaray vs Anderlecht
Kamis (18/9/2014) dinihari WIB
Grup E
Bayern Munich vs Manchester City
Roma vs CSKA Moscow
Grup F
Ajax vs Paris Saint Germain
Barcelona vs APOEL Nicosia
Grup G
Chelsea vs Schalke 04
Maribor vs Sporting CP
Grup H
Athletic Bilbao vs Shakhtar Donetsk
FC Porto vs BATE Borisov

Sumber : Detik Bola

Debut Blind untuk MU, Tak Spektakuler tapi Solid

blindliveseyg
Daley Blind menjadi salah satu rekrutan baru Manchester United yang baru saja melakoni debutnya. Penampilannya memang kalah mentereng dibandingkan beberapa pemain lain, tapi tetap solid dan menjanjikan.
Setelah diboyong pada bursa transfer musim panas ini Blind, bersama Marcos Rojo dan Radamel Falcao, mencatatkan penampilan pertama untuk MU dalam kemenenangan 4-0 atas Queens Park Rangers, Minggu (15/9/2014) malam WIB.
Tak ada gol yang dibuat oleh Blind di laga–gol-gol diukir oleh Angel Di Maria, Ander Herrera, Wayne Rooney, dan Juan Mata. Juga tak ada assist yang dicatatkan oleh si pemain internasional Belanda–assist-assist tercatat dibuat oleh Di Maria, Herrera, dan Rooney.
Maka performa Blind tentu tak sespektakuler, katakanlah, Di Maria yang beberapa kali melepaskan umpan-umpan terukur nan jitu selain juga bikin gol dan assist, atau Herrera yang tampil penuh tenaga khususnya dalam merangsek ke kotak penalti lawan seraya bikin gol dan assist juga.
Akan tetapi, aksi Blind yang di laga lawan QPR cukup mencuri perhatian. Pesepakbola 24 tahun yang juga bisa tampil sebagai fullback kiri itu dengan disiplin senantiasa berada di depan dua bek tengah–Tyler Blackett dan Jonny Evans–untuk melindungi pertahanan ‘Setan Merah’.

Posisi umum Blind (nomor 17) sepanjang pertandingan (Opta)
Keberadaannya ikut menggalang pertahanan tersebut, kendatipun bukan tanpa cela, tetap memberikan nuansa “aman” dan keseimbangan di lini tengah MU, sekaligus membuat lima pemain yang ada di depannya bisa fokus menyerang.
Dalam posisinya sebagai “buntut” dari lini tengah “4-4-2 diamond“, atau “pemain jangkar”, dalam skema racikan Louis Van Gaal di laga tersebut, Blind dicatat Opta membuat 122 sentuhan–setara dengan Evans, terbanyak dibandingkan pemain MU lain. Ia juga membuat 112 operan, lebih banyak dari pemain lain di atas lapangan dengan tingkat akurasi 95,5%.
Dari 112 operan tersebut, 51 di antaranya dilakukan Blind di bagian lapangan permainan lawan dengan tingkat akurasi 92,2%. Satu tembakan ia lepaskan, tepat ke sasaran, kendatipun kandas di tangan kiper QPR Robert Green–bola muntah nyaris dikonversi Falcao jadi gol.
“Pertandingan pertama Blind di Old Trafford tidak sespektakuker Di Maria, tapi ia (Blind) juga merupakan sosok yang memang dibutuhkan United di lini tengah mereka,” sebut pundit dari Match of the Day BBC, Mark Lawrenson.
“Ia menyediakan sebuah penghubung yang amat dibutuhkan di antara lini bertahan dan lini serang United, dan juga memperlihatkan kemampuan menendangnya di pertandingan, saat rebound dari hasil sepakannya nyaris berujung ke gol debut Radamel Falcao,” catat Mirror.
Atas performa Blid di laga tersebut Whoscored memberinya ponten 7,76, masih kalah dari Evans (8,37), Rooney (8,45), Di Maria (8,87), dan Herrera (9,85). Namun, itu tak mengurangi rasa gembiranya, apalagi hasil lawan QPR menjadi kemenangan pertama The Red Devils di Premier League musim ini.
“Ini merupakan debut yang amat bagus dan aku sangat menikmatinya. Para suporter luar biasa,” ucap Blind di Daily Star.

Sumber : Detik Bola

Jumat, 12 September 2014

Bola Mati, Kunci Atletico Menangkan Derby Madrid

Situasi bola mati seperti tendangan bebas dan sepak pojok diprediksi bakal menentukan hasil derby Madrid yang akan berlangsung akhir pekan ini di kandang Real Madrid, Santiago Bernabeu, Minggu 14 September 2014.

Dalam beberapa pertemuan terakhir, situasi bola mati memang kerap menentukan hasil derby ibukota ini. Dan Atletico Madrid memiliki pengalaman memaksimalkan situasi ini setiap melawan Madrid.
Dilansir Marca, gol dari bola mati membawa Atletico mengalahkan Madrid di  Copa del Rey 2013 di Santiago Bernabeu. Optimalisasi bola mati Atletico juga sempat menyulitkan Madrid di final Liga Champions 2014 lalu.

Gol Diego Godin dari situasi bola mati nyaris mengubur impian Madrid meraih trofi Liga Champions ke-10. Beruntung, Madrid mampu membalas dan menutup laga 120 menit dengan skor 4-1.
Pada leg 1 Piala Super Spanyol 2014 lalu, Atletico kembali mampu menjebol gawang Madrid melalui situasi bola mati. Raul Garcia mencetak gol usai menerima umpan sepak pojok Koke.

Dengan fakta ini, Madrid tentu saja harus mewaspadai keunggulan calon lawannya itu. Sayangnya, Madrid terlihat selalu kesulitan menemukan formula jitu menutupi kekurangan dalam mengantisipasi bola mati itu.

Terbukti pada laga terakhir di La Liga melawan Real Sociedad di Anoeta, gawang Madrid dua kali dibobol melalui situasi bola mati. Di laga tersebut, Los Blancos kalah 2-4.

Sumber : Viva Bola

Menuju Spanyol, Timnas U-19 Habiskan 20 Jam di Pesawat

Perjalanan jauh menanti tim nasional Indonesia U-19 menuju tur Spanyol. Total hampir 22 jam para punggawa ‘Garuda Jaya’ harus menghabiskan waktu di pesawat terbang menuju Eropa.
Keberangkatan Timnas U-19 menuju Spanyol terbagi dua kloter. Kloter pertama akan berangkat Jumat 12 September 2014, pukul 17.45 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai penerbangan Qatar Airlines.
Lalu, kloter kedua baru berangkat dengan maskapai penerbangan KLM pada pukul 18.45 WIB. Perjalanan panjang dan melelahkan akan dihadapi tim asuhan Indra Sjafri ini.
Menurut situs resmi Qatar Airlines, total penerbangan kloter pertama Timnas U-19 akan memakan waktu selama 21 jam 55 menit. Perjalanan semakin panjang karena akan transit sebanyak tiga kali dengan total waktu transit 4 jam 35 menit.
Kloter pertama akan terbang 4 jam 15 menit ke Doha lebih dulu dan transit selama 3 jam 10 menit. Setelah itu, mereka melanjutkan penerbangan selama 5 jam ke Frankfurt, sebelum menggunakan penerbangan Iberia Express dari Jerman untuk menuju ke Bandara Adolfo Suarez Madrid-Barajas, Madrid.
Lalu, kloter kedua Timnas U-19 baru berangkat satu jam berselang yaitu pukul 18.45 WIB dengan penerbangan asal Belanda, KLM. Penerbangan kali ini lebih sebentar dari kloter pertama yaitu 19 jam 45 menit.
Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, kloter kedua transit sebentar di Kuala Lumpur sebelum terbang langsung ke Bandara Schiphol di Amsterdam. Setelah itu, mereka melanjutkan penerbangan ke Madrid. Rencananya, kloter kedua tiba pada hari Sabtu pagi waktu setempat.
Perjalanan panjang ini tentu menguras energi para pemain Timnas U-19. Mereka pun hanya punya waktu sebentar untuk adaptasi dengan kondisi Spanyol sebelum laga perdana Minggu 14 September 2014.
Selama di Spanyol, Timnas U-19 akan tinggal di tiga kota yakni, Madrid, Valencia dan Barcelona. Evan Dimas cs rencananya akan melawan Atletico Madrid B, Barcelona B, Valencia B, dan Real Madrid C.
Dijadwalkan pula, para punggawa Garuda Jaya akan mengunjungi sejumlah obyek wisata di negara tersebut sebagai bagian dari program rekreatif.
Tur Eropa ini merupakan rangkaian persiapan Timnas U-19 jelang tampil di Piala Asia U-19, awal Oktober mendatang. Rencananya, mereka kembali ke tanah air pada 26 September 2014.

Sumber : Viva Bola