Equityworld Futures | Harga Emas Turun 1% dan Perak 2,5% Selasa (10/2) Pagi, Seiring Penguatan Dolar AS
Equityworld Futures | Harga emas dan perak melemah pada Selasa (10/2/2026) setelah mencatat penguatan selama dua sesi berturut-turut.
Equityworld Futures | Harga Emas Tiba-tiba Naik 2%, Ternyata Gara-gara Dolar
Koreksi terjadi seiring penguatan tipis dolar Amerika Serikat (AS) dari level terendah lebih dari sepekan, sementara pelaku pasar menanti data ketenagakerjaan dan inflasi AS yang akan dirilis pekan ini untuk mengukur arah suku bunga.
Melansir Reuters, harga emas spot turun 1% ke level US$5.016,56 per ons troi pada pukul 00.55 GMT. Sehari sebelumnya, logam mulia ini menguat sekitar 2% setelah dolar AS melemah ke posisi terendah lebih dari sepekan.
Emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.594,82 per ons pada 29 Januari lalu.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melemah 0,8% ke US$5.041,60 per ons troi.
Harga perak spot turun lebih dalam, yakni 2,5% ke US$81,31 per ons troi, setelah melonjak hampir 7% pada sesi sebelumnya.
Perak juga sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di US$121,64 per ons troi pada 29 Januari.
Penguatan dolar tercermin dari indeks dolar AS yang naik 0,2% dari level terendah lebih dari sepekan pada sesi sebelumnya.
Dolar yang lebih kuat membuat harga logam mulia berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga menekan permintaan.
Di pasar global, indeks saham menguat pada Senin, dengan saham teknologi AS memimpin kenaikan Wall Street, seiring investor memburu saham-saham murah setelah tekanan pasar pekan lalu.
Di Asia, yen Jepang menguat menyusul kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilihan umum.
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyatakan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS berpotensi melambat dalam beberapa bulan ke depan akibat perlambatan pertumbuhan angkatan kerja dan peningkatan produktivitas.
Pandangan ini turut mempengaruhi perdebatan kebijakan yang tengah berlangsung di Federal Reserve.
Saat ini, investor memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada 2026, dengan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Juni.
Lingkungan suku bunga rendah umumnya menguntungkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menanti laporan nonfarm payrolls AS untuk Januari yang dijadwalkan rilis pada Rabu, serta data inflasi pada Jumat, sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter The Fed.
Sementara itu, harga platinum spot turun 1,6% ke US$2.088,71 per ons troi, sedangkan palladium melemah 1,7% ke US$1.710,68 per ons troi.
Selasa, 10 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Turun 1% dan Perak 2,5% Selasa (10/2) Pagi, Seiring Penguatan Dolar AS
Senin, 09 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Berguncang Keras, Pakar Nilai Tren Naik Belum Berakhir
Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Berguncang Keras, Pakar Nilai Tren Naik Belum Berakhir
Equityworld Futures | Pergerakan harga emas dan perak kembali diguncang volatilitas ekstrem setelah aksi jual tajam pada pekan lalu. Meski harga masih berfluktuasi dan berada di bawah level resistensi krusial, para analis menilai fondasi fundamental yang menopang tren jangka panjang logam mulia tetap solid.
Equityworld Futures | Bikin Deg-Degan, Ini Ramalan Terbaru Harga Emas Usai Drama Menegangkan
Dikutip dari Kitco, optimisme tersebut muncul di tengah kondisi pasar yang masih jauh dari stabil. Di tengah gejolak tersebut, emas gagal mempertahankan penguatan di atas US$ 5.000 per ons troi. Harga emas ditutup melesat 3,99% di level US$ 4.961,15 per ons troi pada Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, pergerakan perak bahkan lebih liar. Harga perak spot juga belum mampu bertahan di atas US$90 per ons. Meski sempat tertekan oleh aksi jual, Jumat, harga perak ditutup melesat 9,43% di level US$ 78,01 per ons.
Analis Komoditas Commerzbank Barbara Lambrecht menilai, pelaku pasar logam mulia masih mencari arah yang jelas di tengah ketidakpastian global. “Fluktuasi harga kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Namun, untuk jangka menengah, kami menilai harga logam mulia masih memiliki penopang yang kuat,” ujarnya.
Senior Market Analyst Pepperstone Michael Brown mencatat, volatilitas tersirat perak untuk tenor satu bulan kini bahkan melampaui volatilitas Bitcoin. Meski demikian, ia menilai fase konsolidasi dalam rentang lebar justru membuka peluang akumulasi.
“Yang penting, harga spot masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 50 hari. Ini menunjukkan momentum masih sedikit berpihak pada kubu bullish,” kata Brown seraya menambahkan, pasar membutuhkan periode pergerakan mendatar untuk memastikan euforia spekulatif yang sebelumnya melanda pasar logam mulia benar-benar mereda.
Hal senada diungkapkan Senior Market Analyst XS.com Rania Gule. Ia menilai volatilitas emas dan perak mencerminkan ketidakpastian mendalam di kalangan investor, yang dipicu kekhawatiran inflasi dan resesi, perubahan ekspektasi kebijakan moneter, serta meningkatnya risiko geopolitik.
Menurut Gule, meski harga emas berpotensi bertahan di bawah US$ 5.000 per ons troi dalam waktu dekat, peluang menuju US$ 6.000 per ons troi hingga akhir tahun masih terbuka.
“Pendorong bullish belum sepenuhnya habis. Namun, investor kini lebih selektif dan berhati-hati. Kenaikan harga ke depan kemungkinan tidak lagi impulsif, melainkan disertai koreksi dan lebih didorong faktor fundamental dibandingkan spekulasi semata,” jelasnya, seraya menegaskan pasar logam mulia saat ini berada dalam fase reposisi, bukan pembalikan tren.
Pandangan optimistis juga datang dari Market Analyst Solomon Global Nick Cawley yang menilai volatilitas saat ini hanya bersifat jangka pendek.
“Saya memperkirakan level US$ 5.000 per ons troi akan kembali ditembus dalam beberapa pekan ke depan, dengan potensi uji ulang area US$ 5.600 per ons troi pada kuartal II. Koreksi pasar setelah reli kuat adalah hal yang sehat, dan secara teknikal prospeknya masih positif,” ujarnya.
Jumat, 06 Februari 2026
Equityworld Futures | Kiamat Datang! Harga Emas Ambruk 3%, Perak Jeblok 16% dalam 24 Jam
Equityworld Futures | Kiamat Datang! Harga Emas Ambruk 3%, Perak Jeblok 16% dalam 24 Jam
Equityworld Futures | Kiamat harga emas dan perak terjadi pada Kamis kemarin. Kedua logam mulia ini terjun bebas, bahkan harga perak kembali menyentuh level terburuk sejak Desember 2025. Penguatan dolar menjadi faktor anjloknya harga beberapa komoditas termasuk emas dan perak.
Equityworld Futures | Harga Emas Ambruk Lagi, Saatnya Jual atau Beli?
Pada perdagangan Kamis (5/2/2026), harga emas dunia turun 3,13% di level US$4.860,58 per troy ons. Harga emas kembali ambruk usai penguatan yang terjadi dalam dua hari sebelumnya. Harga penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 2 Februari 2025.
Pada perdagangan hari ini Jumat (6/2/2026) hingga pukul 06.35 WIB, harga emas dunia di pasar spot jeblok 1,17% di posisi US$4.750 per troy ons.
Harga emas turun pada perdagangan Kamis, sementara perak merosot hampir 14%, karena dolar yang lebih kuat dan penurunan pasar yang luas mendorong investor untuk melikuidasi kepemilikan logam mulia.
Pada perdagangan Kamis (5/2/2026), harga indeks dolar (DXY) menguat 0,32% di level 97,93. Penguatan ini menjadi kenaikan DXY selama dua hari beruntun, dan menjadi level tertinggi dua minggu. Bahkan dari sisi pasar saham, S&P 500 merosot ke level terendah hampir dua minggu, dan Nasdaq anjlok ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.
"Beberapa orang menghadapi masalah margin dan mungkin menutup posisi logam mulia karena kerugian di pasar saham. Secara fundamental, tidak ada yang berubah," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Logam mulia telah berfluktuasi dalam beberapa sesi terakhir, dengan emas dan perak mencatatkan kerugian tercuram dalam beberapa dekade terakhir pada Jumat lalu setelah mencapai rekor tertinggi.
"Pergerakan seperti itu tidak diperbaiki dalam semalam, dan volatilitas tetap tinggi, pasar biasanya membutuhkan waktu untuk mencerna, yang seringkali menyebabkan penurunan lebih lanjut," ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.
Dari sisi geopolitik, Rusia dan Ukraina menyepakati pertukaran tahanan besar-besaran setelah pembicaraan yang dimediasi AS, dan Presiden Donald Trump mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang ia gambarkan sebagai sangat positif meskipun ada ketegangan atas Taiwan, sementara perhatian juga beralih ke pembicaraan AS-Iran yang akan datang di Oman pada hari Jumat.
Logam mulia telah berfluktuasi dalam beberapa sesi terakhir, dengan emas dan perak mencatatkan kerugian tercuram dalam beberapa dekade terakhir pada Jumat lalu setelah mencapai rekor tertinggi.
"Pergerakan seperti itu tidak diperbaiki dalam semalam, dan volatilitas tetap tinggi, pasar biasanya membutuhkan waktu untuk mencerna, yang seringkali menyebabkan penurunan lebih lanjut," ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.
Dari sisi geopolitik, Rusia dan Ukraina menyepakati pertukaran tahanan besar-besaran setelah pembicaraan yang dimediasi AS, dan Presiden Donald Trump mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang ia gambarkan sebagai sangat positif meskipun ada ketegangan atas Taiwan, sementara perhatian juga beralih ke pembicaraan AS-Iran yang akan datang di Oman pada hari Jumat.
Sementara itu, JP Morgan mengatakan dalam sebuah catatan bahwa emas dan perak kemungkinan tidak akan sepenuhnya terpisah.
Namun, valuasi perak yang relatif tinggi membuatnya rentan terhadap koreksi besar dalam sesi yang penuh risiko, bahkan ketika bank tersebut melihat batas bawah jangka pendek yang lebih tinggi sekitar US$75-US$80 per troy ons dan pemulihan menuju US$90 per troy ons tahun depan.
Kamis, 05 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Sudah di Atas US$5.000/Troy Ons, Mau Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Harga Emas Sudah di Atas US$5.000/Troy Ons, Mau Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Harga sang logam mulia genap naik dua hari beruntun.
Equityworld Futures | Pesta Pora Lagi! Harga Emas Tahu-Tahu Sudah Tembus US$5.000
Pada Rabu (4/2/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 5.020,2/troy ons. Menguat 1,49% dibandingkan hari sebelumnya.
Harga emas pun resmi naik dua hari berturut-turut. Selama dua hari tersebut, harga bertambah 7,73%.
Harga aset ini berhasil bangkit usai koreksi yang teramat dalam. Pada 29 Januari-2 Februari, harga emas ambruk 14,02%.
Jadi, sepertinya investor menilai harga emas sekarang sudah ‘murah’, Aksi borong pun terjadi, sehingga harga emas melambung.
Fidelity International, lembaga keuangan yang banyak melepas emas akhir pekan lalu, sudah berencana untuk membelinya kembali.
“Jika kita melihat koreksi 5% atau 7% terjadi lagi, maka saya akan beli. Secara struktural, sentimen jangka menengah masih positif bagi harga emas untuk melanjutkan reli,” tegas George Efstathopoulos dari Fidelity International, seperti dikutip dari Bloomberg News.