Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Runtuh Lagi, Sampai Kapan?
Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali melemah pada awal pekan ini, melanjutkan tekanan tajam yang terjadi setelah aksi jual besar-besaran pada akhir pekan lalu. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS serta perubahan sentimen pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Parah Lagi, Kebijakan CME Picu Gelombang Jual
Dikutip dari CNBC, Selasa (3/2/2026), harga emas spot tercatat turun lebih dari 4% dan berada di kisaran USD 4.662,43 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas masih tertekan sekitar 1% ke level USD 4.694,60 per ons. Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi baru pekan lalu.
Tekanan di pasar logam mulia semakin kuat setelah CME Group menaikkan persyaratan margin pasca aksi jual tajam. Margin kontrak berjangka emas COMEX dinaikkan menjadi 8% dari sebelumnya 6%. Kebijakan ini dinilai mempersempit ruang spekulasi jangka pendek di pasar emas.
Analis CMC Markets, Christopher Forbes, menilai koreksi harga emas saat ini bersifat teknikal dan masih tergolong wajar. Menurutnya, penurunan tersebut merupakan koreksi klasik setelah reli yang luar biasa, bukan sinyal perubahan tren jangka panjang.
“Penurunan harga emas ini adalah koreksi klasik setelah kenaikan yang sangat kuat,” ujar Forbes.
Ia menambahkan, aksi ambil untung, penguatan dolar AS, serta perkembangan geopolitik terbaru dari Washington turut menekan minat beli.
Indeks dolar AS sendiri menguat sekitar 0,8% sejak Kamis lalu. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar menjadi kurang menarik bagi investor global. Selain itu, prospek kebijakan moneter yang lebih ketat juga meningkatkan daya tarik obligasi pemerintah AS dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dalam jangka pendek, Forbes memperkirakan harga emas masih akan bergerak tinggi namun volatil, sembari pasar menunggu kepastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Selasa, 03 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Runtuh Lagi, Sampai Kapan?
Senin, 02 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 3,14 Persen ke USD 51,85 Usai Reli Panjang
Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 3,14 Persen ke USD 51,85 Usai Reli Panjang
Equityworld Futures | Harga emas tersungkur pada penutupan perdagangan di New York, Amerika Serikat. Logam mulia itu anjlok 3,14 persen atau 1,68 poin ke level USD 51,85 per unit pada Jumat (30/1) malam waktu setempat.
Equityworld Futures | Harga Emas Koreksi Brutal, Pakar Sebut Ini Bukan Akhir Tren
Berdasarkan data Bloomberg, emas dibuka di USD 51,11. Sementara harga penutupan sebelumnya berada di USD 53,53. Sepanjang hari, harga bergerak di rentang USD 50,09 hingga USD 53,32.
Volume transaksi tercatat 1.132.747 dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 1,278 miliar. Dalam 52 minggu terakhir, harga emas bergerak di kisaran USD 19,39–USD 57,66.
Koreksi ini terjadi setelah harga emas naik cukup lama dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan didorong pembelian besar-besaran oleh bank sentral sebagai alternatif dolar AS, serta investor global yang mencari aset aman saat nilai mata uang melemah.
Kenaikan harga emas telah berlangsung dengan lebih pesat dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh gelombang pembelian dari spekulator China.
Saat harga emas melonjak, penasihat perdagangan komoditas yang mengikuti tren pun ikut serta, menambah gejolak pada reli tersebut.
“Sekitar tiga atau empat minggu lalu kami telah mengidentifikasi bahwa ini berubah menjadi perdagangan momentum, bukan perdagangan fundamental,” kata Jay Hatfield , Kepala Investasi di hedge fund Infrastructure Capital Advisors.
Selain itu kekhawatiran atas independensi The Fed dan konfrontasi geopolitik dari Venezuela hingga Iran yang mendominasi berita utama, reli logam mulia menjadi simbol meningkatnya ketidakpercayaan sebagian investor terhadap dolar AS.
Seiring momentum kenaikan harga logam mulia menarik semakin banyak pembeli, demam emas dan perak melanda para pembeli dari Tiongkok hingga Jerman dalam pemandangan yang mengingatkan pada tahun 1979-1980, satu-satunya waktu lain dalam sejarah modern di mana pasar mengalami perubahan harga yang begitu dramatis.
“Untuk ukuran batangan tertentu, stok sudah habis terjual beberapa minggu sebelumnya, namun orang-orang tetap membelinya,” kata Sperzel dari Heraeus, yang mengatakan perusahaannya beroperasi dengan kapasitas maksimal untuk mencoba memenuhi permintaan.
“Orang-orang mengantre berjam-jam di depan toko-toko ini untuk membeli produk,” tambahnya.
Pergerakan harga paling dramatis terjadi pada perak, pasar yang relatif kecil dengan pasokan tahunan hanya senilai USD 98 miliar pada harga saat ini, dibandingkan dengan USD 787 miliar untuk emas.
Pada hari Jumat, iShares Silver Trust, dana yang diperdagangkan di bursa terbesar yang didukung oleh perak yang dikenal dengan kode saham SLV, mencatat volume perdagangan lebih dari USD 40 miliar.
Jumat, 23 Januari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Tembus US$ 4.900, Target Berikutnya Kian Dekat
Equityworld Futures | Harga Emas Tembus US$ 4.900, Target Berikutnya Kian Dekat
Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali mencetak sejarah dengan menembus level US$ 4.900 per ons troi pada Kamis (22/1/2026), menandai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Lonjakan harga ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik global, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), serta ekspektasi kuat pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed.
Equityworld Futures | Lepas Kendali! Harga Emas Melonjak Ugal-Ugalan Tembus US$4.900
Harga emas spot melonjak 1,87% ke US$ 4.921,76 per ons troi, setelah sempat mencatat rekor tertinggi di level US$ 4.928,51 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka AS kontrak Februari melesat 1,87% ke posisi US$ 4.926,94 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, penguatan harga emas tak lepas dari melemahnya dolar AS. Indeks dolar tercatat turun 0,4%, sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi investor global. Kondisi ini memperkuat peran emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant menilai, reli harga emas masih didukung faktor fundamental yang solid. “Ketegangan geopolitik, dolar yang melemah, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed terus menjadi katalis utama permintaan emas,” ujar Grant.
Sentimen pasar juga dipengaruhi isu geopolitik terbaru setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mengamankan akses penuh dan permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.
Meski detail kesepakatan tersebut belum jelas dan Denmark menegaskan kedaulatannya atas Greenland tidak bisa dinegosiasikan, pernyataan itu sudah cukup memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Kamis, 22 Januari 2026
Equityworld Futures | Wall Street Pulih saat Ketegangan Greenland Mereda
Equityworld Futures | Wall Street Pulih saat Ketegangan Greenland Mereda
Equityworld Futures | Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street akhirnya naik pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), memulihkan sebagian besar kerugian sesi sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kemajuan dalam negosiasi mengenai Greenland.
Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Termahal Lagi, Harga Perak Malah Loyo
Mengutip Xinhua, Kamis, 22 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,21 persen menjadi 49.077,23. Indeks S&P 500 bertambah 1,16 persen menjadi 6.875,62, dan Indeks Nasdaq Composite meningkat 1,18 persen menjadi 23.224,82.
Sentimen pasar bergeser positif pada sore hari menyusul pengumuman di media sosial dari Trump, yang menyatakan kerangka kesepakatan masa depan telah ditetapkan selama diskusi dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Berita tersebut memberikan jeda dari retorika tarif agresif yang telah memicu aksi jual global pada Selasa lalu.
Reli tersebut bersifat luas, dengan semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif. Sektor energi dan material memimpin kenaikan, masing-masing memperoleh 2,38 persen dan 1,87 persen, karena saham-saham yang terkait dengan komoditas bereaksi terhadap de-eskalasi geopolitik.
Raksasa teknologi, termasuk Nvidia dan AMD, juga mencatatkan kebangkitan yang signifikan karena investor kembali ke aset-aset dengan pertumbuhan tinggi. Terlepas dari pemulihan pasar saham, pasar obligasi tetap berada di bawah tekanan. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun sempat melampaui 4,3 persen selama sesi perdagangan.
Analis di ING mencatat meskipun Greenland dan kepemimpinan Fed telah menciptakan berita utama, kekhawatiran utama bagi pasar utang tetaplah kenaikan imbal hasil di Jepang dan dinamika inflasi yang lebih luas.
Independensi Fed 'diobrak-abrik'
Sementara itu, Mahkamah Agung AS mendengarkan argumen lisan mengenai upaya kontroversial pemerintah untuk mencopot Lisa Cook dari Dewan Gubernur Federal Reserve.
Para hakim tampak skeptis terhadap kewenangan pemerintah untuk memberhentikan seorang gubernur yang sedang menjabat, dengan para pengamat mencatat putusan yang menentang Gedung Putih dapat dilihat sebagai pembelaan terhadap independensi bank sentral.
Dalam berita perusahaan, musim laporan keuangan kuartal keempat berlanjut dengan hasil yang beragam. Netflix ditutup dengan penurunan 1,94 persen, menyusul laporan triwulanan yang gagal memenuhi ekspektasi investor.
Menurut data Bloomberg, bahkan perusahaan yang melaporkan pendapatan melebihi ekspektasi musim ini menghadapi beberapa reaksi harga saham paling negatif yang pernah tercatat, yang mencerminkan kekhawatiran akan valuasi yang tinggi.