PT Equityworld | Gak Ada Matinya, Harga Emas Cetak Rekor Lagi
PT Equityworld | Harga emas dunia tembus rekor tertingginya lagi pada perdagangan pagi Rabu (22/7/2020). Senada dengan survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar pekan lalu yang bullish terhadap emas, kini logam mulia tersebut bergerak semakin dekat ke US$ 1.900/troy ons.
Pada 09.25 WIB harga emas dunia di pasar spot naik 0,86% ke US$ 1.857/troy ons. Semalam harga emas melesat 1,5% ke US$ 1.842/troy ons. Kini harga emas sedang berada di level tertingginya dalam 9 tahun.
Kenaikan harga emas yang signifikan didorong oleh aksi jual dolar dan ekspektasi akan adanya peningkatan stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi yang dilanda pandemi.
"Dolar AS telah turun karena dunia terlihat sedikit lebih baik," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities. "Suku bunga telah jatuh melintasi kurva imbal hasil dan itu lagi merupakan faktor lain yang membantu emas," tambahnya kepada Reuters.
Reuters lebih lanjut melaporkan bahwa para pemimpin kongres AS akan membahas paket stimulus baru minggu ini, dan para pemimpin Uni Eropa menyetujui kesepakatan "bersejarah" pada rencana stimulus besar-besaran pada Selasa pagi.
Emas akan terdorong ke level tertinggi dalam 18 bulan ke depan menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan Reuters. Namun rendahnya permintaan terhadap perhiasan di Asia dan prospek pemulihan ekonomi akan menghambat kenaikan lebih lanjut.
"Ketika ketidakpastian ekonomi memudar, permintaan untuk aset safe-haven termasuk emas akan turun. Namun, ini hanya cenderung mengurangi sedikit dari kilau harga emas, karena suku bunga riil yang ultra-rendah tetap menjadi pendukung utama," ekonom Ekonomi Modal James O 'Rourke menulis dalam sebuah catatan.
Sentimen bullish untuk logam mulia akan membawa harga emas ke level tertinggi sepanjang masa, menurut Citigroup Inc., yang memandang kenaikan ke atas hanya tinggal menunggu waktu.
"Harga nominal emas telah membukukan rekor baru di setiap G-10 dan mata uang utama pasar berkembang lainnya tahun ini," kata analis Citigroup dalam sebuah laporan. "Ini hanya masalah waktu untuk [tertinggi dalam USD-term]."
Harga Emas Naik, Cetak Rekor Lagi | PT Equityworld
Harga rekor tertinggi sebelumnya berada di US$ 1.920/troy ons pada tahun 2011. Citi memproyeksikan harga emas dapat mencapai titik tertinggi sepanjang masa dalam enam hingga sembilan bulan ke depan. Selain itu, analis melihat peluang 30% bahwa logam kuning mencapai US$ 2.000/troy ons dalam tiga hingga lima bulan ke depan.
Penggerak yang mendorong emas lebih tinggi adalah kebijakan moneter longgar, suku bunga riil yang rendah, dan peningkatan alokasi untuk emas. Kenaikan harga emas pekan ini juga senada dengan survei Kitco akhir pekan lalu.
Survei yang dilakukan Kitco terhadap 16 analis Wall Street menunjukkan bahwa harga emas diperkirakan masih mampu naik di minggu ini oleh 11 orang (69%). Sebanyak 6% berpandangan bahwa harga emas berpotensi terkoreksi sementara sisanya 25% memperkirakan harga emas bergerak sideways.
Survei serupa yang dilakukan secara online kepada 1.642 responden juga menunjukkan hasil yang tak jauh berbeda. Sebanyak 60% responden beranggapan harga emas masih bisa naik pekan ini, 21% netral dan 19% memproyeksi harga emas bakal lebih rendah.
Rabu, 22 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
PT Equityworld | Harga Emas Cetak Rekor Baru, Analis: Cuma Soal Waktu
PT Equityworld | Harga Emas Cetak Rekor Baru, Analis: Cuma Soal Waktu
PT Equityworld | Bertubi-tubi faktor pendorong untuk pasar emas dipandang bakal membawa harga logam mulia ini menembus rekor yang dicatatkan pada 2011.
Menurut Analis Citigroup, harga emas antara lain diuntungkan oleh pelonggaran kebijakan moneter, imbal hasil riil yang rendah, rekor arus masuk tercatat ke dalam exchange-traded funds (ETF), dan peningkatan alokasi aset.
Harga emas diperkirakan akan menanjak ke level tertinggi sepanjang masa dalam enam hingga sembilan bulan ke depan, dan ada probabilitas sebesar 30 persen untuk menembus US$2.000 per troy ounce dalam tiga hingga lima bulan ke depan.
“Harga emas nominal telah membukukan rekor baru dalam setiap mata uang negara G-10 dan emerging market utama lainnya tahun ini,” tulis para analis dalam suatu laporan, seperti dilansir Bloomberg, Senin (20/7/2020).
“Hanya masalah waktu untuk [harga emas] mencapai level tertinggi baru dalam dolar AS,” tambah mereka. Permintaan untuk alat simpan nilai juga dikatakan akan mengangkat harga perak, yang menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun di New York pada Senin (20/7).
Harga Emas Dunia Terkerek 2 Faktor | PT Equityworld
Citigroup adalah salah satu dari sekian banyak pengamat pasar yang memprediksi apakah emas akan menguji atau melampaui rekor sebelumnya ketika kebangkitan kasus baru Covid-19 di beberapa bagian dunia menunjukkan pemulihan ekonomi global yang berkepanjangan dan tidak merata.
Pandemi Covid-19 telah mendorong banyak investor memburu aset-aset safe haven sekaligus mendongkrak harga emas di pasar spot melonjak 19 persen sepanjang tahun ini ke level tertinggi sejak 2011.
Sementara itu, kebijakan moneter yang lebih longgar berikut langkah-langkah lain untuk menopang perekonomian juga telah mendukung permintaan untuk logam mulia.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot diperdagangkan di level US$1.811,04 per troy ounce pada perdagangan Senin (20/7/2020 pukul 11.18 waktu London. Adapun, harga perak di pasar spot naik 0,6 persen dan kontrak berjangka teraktif di bursa Comex naik hingga level US$19,875 per ounce, tertinggi sejak September 2016.
Menurut Citi, harga perak akan menanjak ke level US$25 dalam enam hingga 12 bulan ke depan, juga didukung oleh pemulihan dalam aktivitas ekonomi global. Harga perak di pasar spot terakhir diperdagangkan di level tersebut pada 2013, sementara harga emas bergerak tidak jauh dari rekor US$1.921,17 yang dicatatkan pada 2011.
Kedua logam mulia tersebut telah membukukan kenaikan selama enam pekan berturut-turut karena investor mencermati diskusi tentang lebih banyak stimulus di sejumlah negara berekonomi utama.
Pemerintah empat negara Uni Eropa yang telah mengadakan negosiasi soal paket penyelamatan besar-besaran tampak hampir mencapai kesepakatan.
Di Amerika Serikat, diskusi mengenai program stimulus baru akan dimulai di Gedung Putih pada Senin (20/7), sementara bank sentral Federal Reserve AS akan bertemu pekan depan di tengah tekanan untuk melancarkan lebih banyak tindakan saat lonjakan kasus baru Covid-19 memperkeruh prospek ekonomi.
PT Equityworld | Bertubi-tubi faktor pendorong untuk pasar emas dipandang bakal membawa harga logam mulia ini menembus rekor yang dicatatkan pada 2011.
Menurut Analis Citigroup, harga emas antara lain diuntungkan oleh pelonggaran kebijakan moneter, imbal hasil riil yang rendah, rekor arus masuk tercatat ke dalam exchange-traded funds (ETF), dan peningkatan alokasi aset.
Harga emas diperkirakan akan menanjak ke level tertinggi sepanjang masa dalam enam hingga sembilan bulan ke depan, dan ada probabilitas sebesar 30 persen untuk menembus US$2.000 per troy ounce dalam tiga hingga lima bulan ke depan.
“Harga emas nominal telah membukukan rekor baru dalam setiap mata uang negara G-10 dan emerging market utama lainnya tahun ini,” tulis para analis dalam suatu laporan, seperti dilansir Bloomberg, Senin (20/7/2020).
“Hanya masalah waktu untuk [harga emas] mencapai level tertinggi baru dalam dolar AS,” tambah mereka. Permintaan untuk alat simpan nilai juga dikatakan akan mengangkat harga perak, yang menyentuh level tertinggi dalam tiga tahun di New York pada Senin (20/7).
Harga Emas Dunia Terkerek 2 Faktor | PT Equityworld
Citigroup adalah salah satu dari sekian banyak pengamat pasar yang memprediksi apakah emas akan menguji atau melampaui rekor sebelumnya ketika kebangkitan kasus baru Covid-19 di beberapa bagian dunia menunjukkan pemulihan ekonomi global yang berkepanjangan dan tidak merata.
Pandemi Covid-19 telah mendorong banyak investor memburu aset-aset safe haven sekaligus mendongkrak harga emas di pasar spot melonjak 19 persen sepanjang tahun ini ke level tertinggi sejak 2011.
Sementara itu, kebijakan moneter yang lebih longgar berikut langkah-langkah lain untuk menopang perekonomian juga telah mendukung permintaan untuk logam mulia.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot diperdagangkan di level US$1.811,04 per troy ounce pada perdagangan Senin (20/7/2020 pukul 11.18 waktu London. Adapun, harga perak di pasar spot naik 0,6 persen dan kontrak berjangka teraktif di bursa Comex naik hingga level US$19,875 per ounce, tertinggi sejak September 2016.
Menurut Citi, harga perak akan menanjak ke level US$25 dalam enam hingga 12 bulan ke depan, juga didukung oleh pemulihan dalam aktivitas ekonomi global. Harga perak di pasar spot terakhir diperdagangkan di level tersebut pada 2013, sementara harga emas bergerak tidak jauh dari rekor US$1.921,17 yang dicatatkan pada 2011.
Kedua logam mulia tersebut telah membukukan kenaikan selama enam pekan berturut-turut karena investor mencermati diskusi tentang lebih banyak stimulus di sejumlah negara berekonomi utama.
Pemerintah empat negara Uni Eropa yang telah mengadakan negosiasi soal paket penyelamatan besar-besaran tampak hampir mencapai kesepakatan.
Di Amerika Serikat, diskusi mengenai program stimulus baru akan dimulai di Gedung Putih pada Senin (20/7), sementara bank sentral Federal Reserve AS akan bertemu pekan depan di tengah tekanan untuk melancarkan lebih banyak tindakan saat lonjakan kasus baru Covid-19 memperkeruh prospek ekonomi.
Senin, 20 Juli 2020
PT Equityworld | Harga Emas Batangan Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini
PT Equityworld | Harga Emas Batangan Antam dan UBS di Pegadaian Hari Ini
PT Equityworld | Harga emas batangan Antam yang dijual di PT Pegadaian (Persero) hari ini, Senin (20/7/2020), tak mengalami perubahan dibanding sehari sebelumnya. Emas batangan cetakan Antam ukuran terkecil yakni 0,5 gram dijual seharga Rp 514.000. Pegadaian juga menyediakan pembelian emas Antam versi Batik dan Retro. Sementara emas yang dirilis UBS dengan ukuran yang sama dipatok seharga Rp 504.000.
Kenaikan Harga Emas Belum Berakhir, Konsolidasi di Atas USD 1.800 per Ounce | PT Equityworld
Harga Emas Antam
Pecahan 0,5 gram Rp 514.000
Pecahan 1 gram Rp 965.000
Pecahan 2 gram Rp 1.907.000
Pecahan 3 gram Rp 2.850.000
Pecahan 5 gram Rp 4.735.000
Pecahan 10 gram Rp 9.426.000
Pecahan 25 gram Rp 23.548.000
Pecahan 50 gram Rp 47.073.000
Pecahan 100 gram Rp 92.361.000
PT Equityworld | Harga emas batangan Antam yang dijual di PT Pegadaian (Persero) hari ini, Senin (20/7/2020), tak mengalami perubahan dibanding sehari sebelumnya. Emas batangan cetakan Antam ukuran terkecil yakni 0,5 gram dijual seharga Rp 514.000. Pegadaian juga menyediakan pembelian emas Antam versi Batik dan Retro. Sementara emas yang dirilis UBS dengan ukuran yang sama dipatok seharga Rp 504.000.
Kenaikan Harga Emas Belum Berakhir, Konsolidasi di Atas USD 1.800 per Ounce | PT Equityworld
Harga Emas Antam
Pecahan 0,5 gram Rp 514.000
Pecahan 1 gram Rp 965.000
Pecahan 2 gram Rp 1.907.000
Pecahan 3 gram Rp 2.850.000
Pecahan 5 gram Rp 4.735.000
Pecahan 10 gram Rp 9.426.000
Pecahan 25 gram Rp 23.548.000
Pecahan 50 gram Rp 47.073.000
Pecahan 100 gram Rp 92.361.000
Jumat, 17 Juli 2020
PT Equityworld | Jelang siang, harga emas spot menguat 0,11% ke level US$ 1.799 per ons troi
PT Equityworld | Jelang siang, harga emas spot menguat 0,11% ke level US$ 1.799 per ons troi
PT Equityworld | Harga emas mulai menguat tipis menjelang siang ini. Mengutip Bloomberg pada Jumat (17/7) pukul 11.00 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,11% level US$ 1.799,14 per ons troi.
Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Agustus 2020 turun 0,11% ke level US$ 1.798,40 per ons troi.
Sebelumnya harga emas turun karena tertekan penguatan dolar dan Bank Sentral Eropa mempertahankan kebijakan moneternya sehingga mendorong beberapa investor untuk mengunci keuntungan.
"Narasi utama adalah bahwa bank sentral menahan untuk beberapa waktu dan lebih banyak stimulus nanti akan datang tetapi itu jauh. Mengambil sedikit tren bullish bahwa emas telah kuat baru-baru ini," kata Edward Moya, senior market analyst di broker OANDA.
Tengah hari, harga emas kian dekat ke level US$ 1.800 per ons troi | PT Equityworld
Gubernur ECB Christine Lagarde mengatakan bank sentral akan menggunakan kekuatan stimulusnya sepenuhnya bahkan ketika ekonomi zona euro menunjukkan beberapa tanda rebound dari resesi yang disebabkan pandemi corona.
Juga yang membebani harga emas, kurs dolar naik 0,3% lebih tinggi, membuat emas batangan mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
"Beberapa investor mengunci keuntungan tetapi investor menengah ke panjang dengan kuat mempertahankan posisi mereka dan mereka mencari untuk membeli pada penurunan yang signifikan berikutnya," Moya menambahkan.
Logam mulia yang secara luas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah naik di belakang langkah-langkah stimulus besar-besaran dan suku bunga rendah, meskipun pelaku pasar masih terbagi pada prospek inflasi.
PT Equityworld | Harga emas mulai menguat tipis menjelang siang ini. Mengutip Bloomberg pada Jumat (17/7) pukul 11.00 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,11% level US$ 1.799,14 per ons troi.
Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Agustus 2020 turun 0,11% ke level US$ 1.798,40 per ons troi.
Sebelumnya harga emas turun karena tertekan penguatan dolar dan Bank Sentral Eropa mempertahankan kebijakan moneternya sehingga mendorong beberapa investor untuk mengunci keuntungan.
"Narasi utama adalah bahwa bank sentral menahan untuk beberapa waktu dan lebih banyak stimulus nanti akan datang tetapi itu jauh. Mengambil sedikit tren bullish bahwa emas telah kuat baru-baru ini," kata Edward Moya, senior market analyst di broker OANDA.
Tengah hari, harga emas kian dekat ke level US$ 1.800 per ons troi | PT Equityworld
Gubernur ECB Christine Lagarde mengatakan bank sentral akan menggunakan kekuatan stimulusnya sepenuhnya bahkan ketika ekonomi zona euro menunjukkan beberapa tanda rebound dari resesi yang disebabkan pandemi corona.
Juga yang membebani harga emas, kurs dolar naik 0,3% lebih tinggi, membuat emas batangan mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
"Beberapa investor mengunci keuntungan tetapi investor menengah ke panjang dengan kuat mempertahankan posisi mereka dan mereka mencari untuk membeli pada penurunan yang signifikan berikutnya," Moya menambahkan.
Logam mulia yang secara luas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah naik di belakang langkah-langkah stimulus besar-besaran dan suku bunga rendah, meskipun pelaku pasar masih terbagi pada prospek inflasi.
Langganan:
Komentar (Atom)