Equity World | Saham Boeing hingga Data Ekonomi China Negatif, Wall Street Anjlok
Equity World | Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street jatuh pada penutupan akhir pekan lalu. Berita negatif tentang Johnson & Johnson dan Boeing, ditambah dengan data ekonomi China yang suram memberikan dampak negatif pada investor.
Dilansir Reuters, Senin (21/10), Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 255,68 poin atau 0,95 persen menjadi 26.770,2, indeks S&P 500 (SPX) kehilangan 11,75 poin atau 0,39 persen menjadi 2.986,2 dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 67,31 poin atau 0,83 persen menjadi 8.089,54.
Saham Boeing Co (BA.N) dan Johnson & Johnson (JNJ.N) memimpin penurunan S&P 500 dan Dow.
Boeing turun 6,8 persen, setelah Reuters melaporkan adanya pesan teks antara dua karyawan yang menyarankan pembuat pesawat itu menyesatkan administrasi penerbangan terkait keselamatan pesawat 737 MAX.
Sementara Johnson & Johnson mengumumkan akan menarik produk bedak bayi di AS setelah regulator menemukan adanya asbes dalam sampel, mengirimkan sahamnya turun 6,2 persen.
Pertumbuhan ekonomi China sebesar 6 persen di kuartal III 2019, melambat ke laju terendahnya dalam hampir 30 tahun. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh perang dagang dengan AS.
"Kelemahan pasar hari ini berkaitan dengan berita dari pertumbuhan ekonomi China, Boeing, dan Johnson & Johnson," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.
Musim pendapatan kuartal III hampir selesai, dengan 73 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerjanya. Sebanyak 83,6 persen emiten mencatatkan kinerja di atas perkiraan rata-rata.
Equity World
Harga Emas Diprediksi Sulit Tembus USD 1.500 per Ounce | Equity World
Namun, analis saat ini melihat laba S&P 500 turun 3,1 persen dibandingkan dengan tahun lalu, yang akan menandai kontraksi pertama sejak resesi pendapatan yang berakhir pertengahan 2016.
Pendapatan Coca-Cola Co (KO.N) mengalahkan ekspektasi analis dan sahamnya naik 1,8 persen.
Kansas City Southern (KSU.N) melonjak 7,3 persen setelah operator kereta api itu juga mengalahkan ekspektasi laba analis, akibat peningkatan pengiriman minyak bumi ke Meksiko.
American Express Co (AXP.N) melaporkan laba kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan karena konsumen meningkatkan pengeluaran mereka. Namun, saham penerbit kartu kredit ini turun 2,0 persen.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 6,24 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 6,55 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
Senin, 21 Oktober 2019
Jumat, 18 Oktober 2019
Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 758.000
Equity World | Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 758.000
Equity World | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Jumat (18/10/2019) bertahan di angka Rp 758.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam mau menjual emas batangan tersebut naik Rp 1.000 menjadi Rp 680.000.
Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda. Adapun sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Equity World
Isu Resesi Muncul Lagi, Emas Kembali Bersinar | Equity World
Berikut rincian harga emas Antam hari ini.
0,5 gram Rp 403.500
1 gram Rp 758.000
2 gram Rp 1.465.000
3 gram Rp 2.176.000
5 gram Rp 3.610.000
10 gram Rp 7.155.000
25 gram Rp 17.780.000
50 gram Rp 35.485.000
100 gram Rp 70.900.000
Equity World | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Jumat (18/10/2019) bertahan di angka Rp 758.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam mau menjual emas batangan tersebut naik Rp 1.000 menjadi Rp 680.000.
Sebagai catatan, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda. Adapun sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45 persen, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Equity World
Isu Resesi Muncul Lagi, Emas Kembali Bersinar | Equity World
Berikut rincian harga emas Antam hari ini.
0,5 gram Rp 403.500
1 gram Rp 758.000
2 gram Rp 1.465.000
3 gram Rp 2.176.000
5 gram Rp 3.610.000
10 gram Rp 7.155.000
25 gram Rp 17.780.000
50 gram Rp 35.485.000
100 gram Rp 70.900.000
Kamis, 17 Oktober 2019
Equity World | Proyeksi IMF Bikin Harga Emas Antam Melesat Rp 6.000/gram
Equity World | Proyeksi IMF Bikin Harga Emas Antam Melesat Rp 6.000/gram
Equity World | Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 6.000 (0,85%) menjadi Rp 709.000 per gram pada perdagangan Kamis ini (17/10/2019), dari Rp 703.000 per gram Rabu kemarin.
Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 70,9 juta dari harga kemarin Rp 70,3 juta per batang.
Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang didorong naik kemarin oleh sentimen negatif dari pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh Dana Moneter Internasional atau IMF dan turunnya data penjualan ritel Negeri Paman Sam.
Equity World
Emas Naik Lagi, AS Mau Resesi kah? | Equity World
IMF sudah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di tahun ini jadi 3%, dari sebelumnya 3,2%. Ini merupakan angka terendah sejak krisis keuangan global pada 2008 lalu. Pemangkasan proyeksi ini akibat perang dagang yang terjadi antara AS dan China.
Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.
Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini belum berubah di situs Logam Mulia dari posisi kemarin Rp 673.000 per gram.
Equity World | Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 6.000 (0,85%) menjadi Rp 709.000 per gram pada perdagangan Kamis ini (17/10/2019), dari Rp 703.000 per gram Rabu kemarin.
Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat menjadi Rp 70,9 juta dari harga kemarin Rp 70,3 juta per batang.
Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang didorong naik kemarin oleh sentimen negatif dari pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh Dana Moneter Internasional atau IMF dan turunnya data penjualan ritel Negeri Paman Sam.
Equity World
Emas Naik Lagi, AS Mau Resesi kah? | Equity World
IMF sudah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di tahun ini jadi 3%, dari sebelumnya 3,2%. Ini merupakan angka terendah sejak krisis keuangan global pada 2008 lalu. Pemangkasan proyeksi ini akibat perang dagang yang terjadi antara AS dan China.
Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.
Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini belum berubah di situs Logam Mulia dari posisi kemarin Rp 673.000 per gram.
Rabu, 16 Oktober 2019
Equity World | AS Masih Jauh dari Resesi, Bursa Saham Asia Tancap Gas!
Equity World | AS Masih Jauh dari Resesi, Bursa Saham Asia Tancap Gas!
Equity World | Bursa saham utama kawasan Asia kompak mengawali perdagangan hari ini, Rabu (16/10/2019), di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei melejit 1,23%, indeks Shanghai menguat 0,05%, indeks Hang Seng naik 0,19%, indeks Straits Times terapresiasi 0,48%, dan indeks Kospi bertambah 0,62%.
Rilis laporan keuangan yang oke dari perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa saham AS menjadi faktor utama yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Untuk diketahui, bulan Oktober menjadi waktu dari perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa saham AS untuk merilis kinerja keuangannya, baik untuk periode kuartal III (jika menggunakan tahun kalender) maupun untuk periode kuartal IV (jika menggunakan tahun fiskal).
Dari 500 perusahaan yang termasuk ke dalam indeks S&P 500, sebanyak 34 telah merilis kinerja keuangannya hingga Selasa pagi (15/10/2019) waktu setempat. Dari 34 perusahaan tersebut, sebanyak 29 berhasil mengalahkan ekspektasi analis, berdasarkan data dari The Earnings Scout yang kami lansir dari CNBC International.
Salah satu perusahaan yang membukukan kinerja kinclong adalah J.P. Morgan Chase yang merupakan bank terbesar di AS dari sisi aset. Pada kuartal III-2019, perusahaan membukukan pendapatan senilai US$ 30,1 miliar, mengalahkan ekspektasi yang senilai US$ 28,5 miliar. Sementara itu, laba bersih per saham tercatat berada di level US$ 2,68, juga di atas ekpektasi yang senilai US$ 2,45.
Dengan rilis kinerja keuangan yang oke, praktis kekhawatiran bahwa AS akan masuk ke jurang resesi menjadi memudar. Apalagi, di sisi lain The Federal Reserve (The Fed) selaku bank sentral AS masih diyakini akan memangkas tingkat suku bunga acuan pada akhir bulan ini.
Equity World
Emas Susah Naik, Apa Benar Gejolak Dunia Sudah Selesai? | Equity World
Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak fed fund futures per 15 Oktober 2019, probabilitas The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan pada bulan ini berada di level 79,6%. Satu bulan yang lalu, probabilitasnya masih berada di level 33,5%.
Untuk diketahui, di sepanjang tahun 2019 The Fed telah memangkas tingkat suku bunga acuan sebanyak dua kali, masing-masing sebesar 25 bps, yakni pada bulan Juli dan September. Jika ditotal, federal funds rate sudah dipangkas sebesar 50 bps oleh Jerome Powell (Gubernur The Fed) dan koleganya di bank sentral.
Jika tingkat suku bunga acuan dipangkas lebih lanjut, bank akan semakin terdorong untuk menurunkan tingkat suku bunga kredit sehingga memacu dunia usaha untuk melakukan ekspansi. Selain itu, masyarakat juga akan terdorong untuk meningkatkan konsumsinya. Pada akhirnya, roda perekonomian akan berputar lebih kencang.
Kala roda perekonomian AS berputar dengan lebih kencang, tentulah roda perekonomian dunia juga akan ikut berputar dengan lebih kencang, mengingat posisi AS selaku negara dengan nilai perekonomian terbesar di planet bumi.
Equity World | Bursa saham utama kawasan Asia kompak mengawali perdagangan hari ini, Rabu (16/10/2019), di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei melejit 1,23%, indeks Shanghai menguat 0,05%, indeks Hang Seng naik 0,19%, indeks Straits Times terapresiasi 0,48%, dan indeks Kospi bertambah 0,62%.
Rilis laporan keuangan yang oke dari perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa saham AS menjadi faktor utama yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Untuk diketahui, bulan Oktober menjadi waktu dari perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa saham AS untuk merilis kinerja keuangannya, baik untuk periode kuartal III (jika menggunakan tahun kalender) maupun untuk periode kuartal IV (jika menggunakan tahun fiskal).
Dari 500 perusahaan yang termasuk ke dalam indeks S&P 500, sebanyak 34 telah merilis kinerja keuangannya hingga Selasa pagi (15/10/2019) waktu setempat. Dari 34 perusahaan tersebut, sebanyak 29 berhasil mengalahkan ekspektasi analis, berdasarkan data dari The Earnings Scout yang kami lansir dari CNBC International.
Salah satu perusahaan yang membukukan kinerja kinclong adalah J.P. Morgan Chase yang merupakan bank terbesar di AS dari sisi aset. Pada kuartal III-2019, perusahaan membukukan pendapatan senilai US$ 30,1 miliar, mengalahkan ekspektasi yang senilai US$ 28,5 miliar. Sementara itu, laba bersih per saham tercatat berada di level US$ 2,68, juga di atas ekpektasi yang senilai US$ 2,45.
Dengan rilis kinerja keuangan yang oke, praktis kekhawatiran bahwa AS akan masuk ke jurang resesi menjadi memudar. Apalagi, di sisi lain The Federal Reserve (The Fed) selaku bank sentral AS masih diyakini akan memangkas tingkat suku bunga acuan pada akhir bulan ini.
Equity World
Emas Susah Naik, Apa Benar Gejolak Dunia Sudah Selesai? | Equity World
Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak fed fund futures per 15 Oktober 2019, probabilitas The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan pada bulan ini berada di level 79,6%. Satu bulan yang lalu, probabilitasnya masih berada di level 33,5%.
Untuk diketahui, di sepanjang tahun 2019 The Fed telah memangkas tingkat suku bunga acuan sebanyak dua kali, masing-masing sebesar 25 bps, yakni pada bulan Juli dan September. Jika ditotal, federal funds rate sudah dipangkas sebesar 50 bps oleh Jerome Powell (Gubernur The Fed) dan koleganya di bank sentral.
Jika tingkat suku bunga acuan dipangkas lebih lanjut, bank akan semakin terdorong untuk menurunkan tingkat suku bunga kredit sehingga memacu dunia usaha untuk melakukan ekspansi. Selain itu, masyarakat juga akan terdorong untuk meningkatkan konsumsinya. Pada akhirnya, roda perekonomian akan berputar lebih kencang.
Kala roda perekonomian AS berputar dengan lebih kencang, tentulah roda perekonomian dunia juga akan ikut berputar dengan lebih kencang, mengingat posisi AS selaku negara dengan nilai perekonomian terbesar di planet bumi.
Langganan:
Postingan (Atom)