Kamis, 21 Desember 2017

Equityworld Futures | Tahun Depan, Xiaomi Buka 30 Mi Store dan Pusat Riset di Indonesia

Equityworld Futures | Tahun Depan, Xiaomi Buka 30 Mi Store dan Pusat Riset di Indonesia


Equityworld Futures | Agresivitas Xiaomi di pasar ponsel Indonesia bakal berlanjut tahun depan. Puluhan Mi Store dan pusat riset akan dibuka di sejumlah kota.

Hal tersebut dipastikan Steven Shi, Head of Xiaomi South Pacific Region, Xiaomi Indonesia Country Manager saat acara peluncuran Redmi 5A di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Ia mengatakan, tahun ini Xiaomi telah berkembang sangat pesat. Pada kuartal ketiga 2017, Xiaomi berhasil masuk lima besar vendor ponsel global.

"Xiaomi menjadi perusahaan dengan pertumbuhan tercepat, yakni 102,6% dari tahun sebelumnya," kata Steven.

Di Indonesia sendiri, Xiaomi mengaku mengalami peningkatan yang cukup baik. Pada kuartal ketiga, Steve mengklaim Xiaomi menduduki posisi ketiga di pasar ponsel Tanah Air.

Tahun depan pihaknya akan lebih agresif. Pasalnya Indonesia kini menjadi pasar utama mereka di luar China setelah India.

"Hingga tahun depan 30 Mi Store akan dibuka. Akan ada 90 authorize service center yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Shi.

Apa yang disampaikan Shi ini kemudian diperkuat oleh pernyataan CEO Xiaomi Lei Jun. Dia mengatakan tahun depan akan melakukan investasi besar di Indonesia lantaran negara ini telah menjadi pasar utama bagi pihaknya.

"Kami akan meningkatkan investasi di Indonesia. Jumlahnya belum bisa disebutkan. Tapi rencananya akan digunakan untuk membuat pusat riset di sini," kata Lei Jun.

Baca juga : Melihat Tampang Xiaomi Redmi 5A, Smartphone 4G di Bawah Rp 1 Juta | Equityworld Futures

Bos Xiaomi ini pun menaruh harapan kepada Indonesia dapat memberi kontribusi besar terhadap perkembangan Xiaomi di masa depan. Dari target 100 juta unit ponsel yang bisa dipasarkan sebanyak 10 juta unit diharapkan berasal dari Indonesia.

"Harapan saya sebenarnya 2-3 tahun bisa menjadi nomor satu," pungkas Lei Jun.

Equityworld Futures

Rabu, 20 Desember 2017

Equityworld Futures | Catat! Ini Harga Resmi iPhone X dan iPhone 8 di Indonesia

Equityworld Futures | Catat! Ini Harga Resmi iPhone X dan iPhone 8 di Indonesia

Equityworld Futures | Belum lama ini, tepatnya di awal Desember 2017, Erajaya mengatakan bahwa pihaknya siap memasarkan trio iPhone terbaru, yakni iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X di Indonesia.

Sebagai pembuka rasa penasaran, Erajaya resmi mengumumkan harga ketiga perangkat premium Apple itu. Pengumuman ini disampaikan melalui dua jaringan ritel milik Erajaya, yakni Erafone dan iBox. Berikut pemaparan harga resminya.

iPhone X

- 64 GB - Rp 18 juta
- 256 GB - Rp 20,8 juta

iPhone 8

- 64 GB - Rp 12,6 juta
- 256 GB - Rp 15,4 juta

iPhone 8 Plus

- 64 GB - Rp 14,5 juta
- 256 GB - Rp 17,2 juta

Rencananya, ketiga ponsel ini baru akan dijual pada tanggal 22 Desember 2017.

"Teletama Artha Mandiri, anak usaha Erajaya Group, akan segera menghadirkan produk-produk terbaru Apple pada tanggal 22 Desember 2017, yang terdiri dari smartphone masa depan iPhone X serta iPhone 8 dan iPhone 8 Plus," ujar Djatmiko Wardoyo, Marketing and Communications Director Erajaya Group.

Kedatangan iPhone X di Indonesia pun ikut disambut baik Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Baca juga : Berkaca dari Kasus Jonghyun, Ini Tanda Seseorang Akan Bunuh Diri | Equityworld Futures
 
Pasalnya dari pengalaman sebelumnya, rentang waktu iPhone ketika pertama kali diluncurkan dan masuk ke Indonesia itu bisa mencapai berbulan-bulan lamanya. Kini jaraknya lumayan berdekatan.

"Bagus, bagus dong. Kalau ini memberi manfaat untuk masyarakat Indonesia, ya bagus dong," ucap Rudiantara beberapa waktu lalu.

Equityworld Futures

Selasa, 19 Desember 2017

Equityworld Futures | Jonghyun 'Shinee' Dikenal Kreatif dan Ceria, Kenapa Bisa Bunuh Diri?

Equityworld Futures | Jonghyun 'Shinee' Dikenal Kreatif dan Ceria, Kenapa Bisa Bunuh Diri?
 

Equityworld Futures | Sosok Jonghyun 'Shinee' dikenal memiliki talenta luar biasa. Tak hanya bernyanyi, ia juga jago menari dan menulis lagu. Dalam berbagai kesempatan, anggota grupnya mengaku jika Jonghyun merupakan motivator bagi mereka.

Namun mengapa pribadi seperti ini bisa terpikir untuk bunuh diri? Faktanya, ini memang bisa terjadi pada siapa saja.

"Ini mengingatkan bahwa betapa banyaknya masalah terkait kasus gangguan depresi dan kaitannya dengan bunuh diri ini sebenarnya salah satu hal yang bisa terjadi pada siapa saja," tandas dr Andri, SpKJ, FAPM.

Hanya saja psikiater yang berpraktik di RS Omni Alam Sutra ini mengatakan tidak semua kasus depresi yang dialami seseorang akan mengakibatkan bunuh diri atau percobaan bunuh diri. Menurutnya, ini hanya bisa terjadi pada beberapa kasus saja.

dr Andri menampik anggapan bahwa gejala depresi kerap tidak terlihat atau jarang diketahui. Menurutnya, gejala depresi sebenarnya sudah jelas terlihat, namun kebanyakan orang menganggap depresi itu tak lebih dari perasaan sedih yang biasa.

"Bahkan cenderung kita mengelakkan diri jika ada orang depresi. Mungkin dalam pikiran kita 'Kok bisa sih kamu depresi pdhl semua kayakny baik2 aja de'," tulisnya di akun Twitter, @mbahndi.

Baca juga : 4 Fakta Menghebohkan tentang Jonghyun SHINee  | Equityworld Futures

Tak hanya itu, lanjut dr Andri, depresi masih dianggap sebagai bentuk kelemahan pribadi seseorang sehingga kerapkali diabaikan, padahal depresi merupakan gangguan mental serius yang harus segera mendapatkan penanganan.

Untuk itu, dr Andri menegaskan, peranan yang bisa diambil adalah untuk memahami gejala depresi yang terjadi, baik pada diri sendiri maupun orang lain.

"Maka dari itu kita harus berempati dengan orang-orang yang mengalami kondisi seperti ini. Jangan dianggap lemah atau malah dibully, tapi dirangkul dan biarkan dia cerita. Kalau perlu, segera bawa ke profesional terlatih seperti psikolog klinis atau psikiater untuk mendapatkan bantuan," sarannya beberapa waktu lalu.

Equityworld Futures

Senin, 18 Desember 2017

Equityworld Futures | Lari Asal-asalan, Awas Risiko Cedera Mengintai

Equityworld Futures | Lari Asal-asalan, Awas Risiko Cedera Mengintai
 

Equityworld Futures | Olahraga dengan intensitas tinggi selalu memiliki risiko cedera, tak terkecuali lari yang tengah ngehits belakangan ini. Risiko tersebut bisa dihindari dengan mengenali kemampuan diri sendiri dan tidak memaksakan diri.

Lari sebagai olahraga rekreasional tentu berbeda dengan lari yang dilakukan oleh atlet lari profesional yang sangat terlatih.

"Pada atlet lari umumnya mereka mengejar compet, tapi kalau untuk pelari rekreasional hanya kejar completnya saja," kata pakar kesehatan olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Rachmat Wishnu Hidayat, SpKO.

Tapi tak jarang, pelari rekreasional juga memasukkan unsur 'compete' ke dalam olahraganya tersebut. Tanpa kemampuan dan latihan yang sama seperti atlet profesional, menurut dr Wishnu, bisa meningkatkan risiko cedera pada pelari rekreasional.

Survei yang dilakukan Prodia bersama komunitas Indorunner baru-baru ini mengungkap cedera yang paling sering dialami pelari rekreasional antara lain plantar fasciitis atau cedera di telapak kaki (35,6 persen), dan shin splints atau otot di sekitar tulang kering (29 persen).

Baca juga : 5 Tips untuk si Boros yang Ingin Hemat dan Belajar Menabung | Equityworld Futures
 
Risiko cedera yang membayangi para pelari rekreasional juga menjadi perhatian tersendiri bagi Yasha Chatab, salah seorang pendiri komunitas Indorunner. Menurutnya, komunitas lari yang kini makin banyak bermunculan seharusnya menyemangati anggotanya untuk berlari sesuai kemampuan masing-masing.

"Ada juga komunitas yang terlalu menyemangati untuk semangat lari, seperti memberi semangat lo bisa lo bisa," jelas Yasha.

Akibatnya, tidak jarang yang akhirnya memaksakan diri dan akhirnya cedera. Bukannya sehat, malah jadi sakit bukan?

Equityworld Futures