Equityworld Futures | 6 Cara Pintar Percepat Koneksi Internet, Sudah Coba Belum?
Equityworld Futures | Sering gak sih mengalami internet down alias hilang sinyal, padahal lagi genting banget butuhnya? Kalau sudah begitu, sudah pasti banyak aktivitasmu jadi terganggu. Nah supaya hal ini gak terus dialami, berikut ini 6 cara pintar biar kamu bisa dapat sinyal internet yang lebih maksimal. Dikutip dari idntimes.com
1. Hapus cache di semua aplikasi
Cache merupakan rekaman data yang tersimpan di smartphone-mu untuk setiap pemakaian aplikasi. Adanya cache ini bisa bikin loading internet kamu jadi lebih lambat. Makanya sering-sering ya hapus cache yang ada di smartphone. Cek aja bagian Settings buat caritahu caranya.
2. Nonaktifkan gambar, kenapa tidak?
Cara pintar dan simpel lainnya yang bisa diterapkan ialah dengan menonaktifkan gambar pada browser. Biasanya, pengaturan ini ada di tiap aplikasi browser pada smartphone. Jika diaktifkan, maka aktivitas pencarianmu di laman browser bisa berjalan dengan lebih cepat.
3. Pastikan smartphone-mu memiliki teknologi Signal Max
Paling sebal kalau misalnya lagi di daerah yang agak terpencil dan koneksi internet kita mulai terganggu. Penyebabnya apalagi jika bukan sinyal lemah? Namun, jika dulu kita cuma bisa berharap cemas menanti sinyal provider segera pulih, kali ini ada teknologi terbaru dari Samsung yang bisa menjadi alternatif solusi, yakni Signal Max.
Signal Max merupakan inovasi teknologi terbaru dari Samsung yang terdiri dari Multi Antenna dan D.A.T System untuk mengoptimalkan penerimaan sinyal di smartphone menjadi lebih baik. Kapanpun dan di manapun, gak perlu khawatir jadi gak bisa berhubungan dengan dunia luar, soalnya Signal Max membantu smartphone memaksimalkan penerimaan sinyal. Keren banget, ya? Teknologi ini sudah tersedia di produk Samsung Galaxy J5 2016, J7 2016, J5 Prime dan J7 Prime, serta masih banyak lagi.
4. Manfaatkan kartu memori eksternal
Kalau memori internal di smartphone sudah kepenuhan, biasanya bisa berpengaruh ke kinerja browser dan aplikasi lainnya yang butuh koneksi internet. Nah untuk menghindarinya, segera pindahkan data seperti foto, lagu, dan aplikasi yang berkapasitas besar ke kartu memori eksternal.
Baca juga : 10 Kebiasaan yang tak kamu sadari ini bisa merusak ginjal lho | Equityworld Futures Jakarta
5. Matikan opsi auto-snyc
Hampir semua apps di kita diatur untuk aktif auto-snyc secara default: mulai dari e-mail, kalender, sampai ke aplikasi yang bahkan kamu gak pernah pakai sekalipun. Supaya gak berpengaruh ke koneksi internet, coba deh matikan opsi ini di aplikasi yang menurutmu jarang terpakai, lalu rasakan perbedaannya.
6. Manfaatkan layanan blokir ads
Ads alias iklan yang suka muncul saat lagi browsing itu gak cuma ngabisin baterai, namun juga membuat koneksi internetmu jadi lebih lamban. Makanya, cobalah untuk memanfaatkan layanan blokir ads yang bisa diunduh secara bebas via Google Play. Bisa bikin kuota datamu lebih hemat juga, lho!
Nah, 6 cara pintar di atas patut dicoba buat kamu yang merasa butuh koneksi internet cepat dan stabil tiap saat. Semoga bisa terbantu, ya!
Tak kalah menarik kunjungi juga : Equityworld Futures Jakarta
Jumat, 12 Mei 2017
Kamis, 11 Mei 2017
Cegukan, Atasi dengan Gula
Equity World | Cegukan, Atasi dengan Gula
Equity World | Meski tidak berbahaya, cegukan sering membuat orang tidak nyaman. Terlebih lagi bila cegukan berlangsung lama hingga terkadang menjadi bahan ejekan bila mengeluarkan suara yang keras. Makanan tertentu dapat menghentikan cegukan seperti gula.
Cegukan secara medis dikenal sebagai singultus yakni kondisi diafragma yang mengejang di luar kemauan. Cegukan cenderung terjadi ketika tingkat karbondioksida dalam darah merosot terlalu rendah.
Selain itu, gas beracun, merokok, makanan dan minuman yang pedas juga terkadang menjadi pemicu cegukan. Begitu juga dengan makan-makanan yang dingin disambil dengan menyantap makanan panas.
Cegukan juga menjadi cara tubuh memberitahukan bahwa Anda makan atau minum terlalu banyak. Para ilmuwan juga menilai cegukan adalah refleks yang mencegah Anda tersedak makanan atau minuman.
Cegukan juga disebabkan oleh iritasi saraf frenikus yang merupakan saraf motor ke diafragma yang membantu mengendalikan proses bernafas.
Stres atau emosi yang tinggi juga terkadang memicu cegukan. Bisa juga pertanda di telinga Anda terdapat benda asing. Cegukan yang panjang bisa membuat seseorang pingsan yang disebabkan oleh masalah irama jantungnya. Selain itu sepertiga pasien kemoterapi juga mengeluh cegukan terus menerus.
Dikutip dari beritaunik.net, berikut beberapa makanan yang bisa membantu menghentikan cegukan:
1. Gula
Menelan 1 sendok teh gula pasir kering, dapat membantu untuk menyembuhkan cegukan. Hal ini bekerja karena menelan bubuk butiran gula yang lengket dapat mengubah irama pernapasan, sehingga dapat bekerja menghentikan cegukan. Cegukan juga dapat berhenti karena adanya sensasi manis yang dirasakan ujung saraf di mulut, terutama pada bagian belakang lidah yang peka terhadap rasa asam.
2. Selai kacang
Satu sendok makan selai kacang juga bisa menyembuhkan cegukan. Alasannya sama, yaitu karena selai kacang yang begitu lengket sehingga bisa mengubah irama napas.
Baca juga : 13 Risiko Fatal Penggunaan Ponsel | Equity World
3. Jeruk nipis
Mengunyah seiris lemon segar dapat mengganggu pola impuls saraf vagus, yang dapat menghentikan cegukan. Selain menguyah, variasi juga bisa dilakukan pada irisan jeruk nipis, seperti mengisap seiris asinan jeruk nipis atau memakannya.
4. Air
Cukup minum segelas air dapat membantu menghentikan cegukan. Menelan air dapat mengganggu siklus cegukan dan menenangkan saraf. Berkumur dengan air juga dapat menyembuhkan cegukan.
Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World Jakarta
Rabu, 10 Mei 2017
5 Rasa yang Kamu Pahami Saat Punya Kerjaan, Tapi Sering Diremehkan
Equity World | 5 Rasa yang Kamu Pahami Saat Punya Kerjaan, Tapi Sering Diremehkan
Equity World | Akhirnya kamu berhasil lulus dari bangku kuliah dengan proses yang tak mudah. Nggak heran saat selesai menamatkan pendidikan di universitas kamu jadi sangat gembira karena tidak merasakan tugas menumpuk dan ujian lagi. Tapi, dunia baru sudah menanti dan kamu akan menjalani babak baru yang sejatinya cukup menyeramkan. Banyak yang bilang sih seperti apa kehidupan sebenarnya sebagai manusia akan kamu rasakan ketika lulus dan mulai bekerja.
Babak baru ini terasa kamu sulit jalani saat tak ada dukungan dari orang terdekat. Harapan orangtua, saudara, dan teman yang ingin pekerjaanmu lebih baik dari sekarang jadi seperti beban. Padahal, kamu memiliki cita-cita yang dapat dicapai dengan memulai dari posisimu saat ini. Atau pekerjaanmu sekarang hanya sebagai awal sambil menunggu dream job kamu sesungguhnya tercapai. Semoga kamu tidak bosan dan bisa menjalani hari dengan sebaik-baiknya bersama 5 hal berikut ini yang kamu rasakan sudah bekerja, tapi diremehkan.
1. Semangat jadi mengendur kalau ingat pekerjaan kamu nggak dianggap
Layaknya karyawan pada umumnya, ketika berangkat kerja dirimu harus selalu semangat agar selama di kantor dapat produktif. Sayangnya, hal itu bisa menghilang begitu saja ketika mendengar cibiran dari orangtua yang melepas kepergianmu berangkat kerja.
Semangat yang sudah kamu kumpulkan sejak bangun tidur langsung mengendur dan diganti sama rasa lemas yang menyelimuti diri. Hal ini pun berpengaruh terhadap kinerjamu di kantor. Kamu jadi nggak semangat dan lemas dalam bekerja.
2. Mau posisi pekerjaannya sudah tinggi atau kamu berprestasi pun, tapi kalau dari awal diremehkan tetap nggak ada bedanya
Siapa yang tidak senang ketika berhasil naik jabatan atau berprestasi di kantor? Meski kamu tidak cinta dengan pekerjaan atau kantormu, paling tidak kamu akan cukup senang saat hal itu terjadi. Kamu jadi lebih bersemangat bekerja dengan posisi baru dan prestasi yang kamu dapatkan.
Namun, lagi-lagi hal itu mudah terganti karena tak adanya dukungan dari orang terdekat. Orangtua, pacar, saudara, dan teman-teman acuh pada hal yang cukup membanggakan itu. Mereka tak merasa bahwa hal itu termasuk “hal bagus atau menggembirakan”, karena mereka menganggap kalau itu biasa saja dan tidak memberikan efek apapun pada hidupmu. Yah, lagi-lagi perspektif ini tidak berubah karena sejak awal mereka meremehkan pekerjaanmu. Jadi, tidak ada bedanya.
3. Kadang ingin cari pekerjaan lain, walau nggak mudah dan belum tentu kamu nyaman
Cari kerja itu nggak mudah karena kamu pasti akan bersaing dengan ribuan orang. Belum tentu juga pekerjaanmu nanti dapat membuatmu nyaman. Jika tidak, maka kamu jadi terasa sangat berat menjalaninya. Karena dalam bekerja yang dipertimbangkan bukan hanya dari segi jobdesk, gaji, dan lokasi saja, tapi juga kehangatan yang terjalin terhadap sesama rekan kerja maupun atasan. Banyak kekhawatiran yang kamu rasa saat mau mencari pekerjaan lain. Kamu jadi bimbang antara menuruti keinginan orang lain atau bertahan beberapa waktu lagi di kantor sekarang sambil meningkatkan skill dan memikirkan pekerjaan yang lebih baik
4. Kamu jadi suka bingung sendiri. Sebenarnya pekerjaan yang sekarang sudah paling cocok atau belum sih?
Banyak mendapat cibiran yang tidak pernah berhenti ternyata sukses bikin kamu galau. Kamu jadi bingung kalau pekerjaan terbaik dan dream job itu apakah bisa sama? Atau sebaliknya memang jelas berbeda? Menyortir omongan orang yang datang terus membuat pikiramu jadi kacau dan tak tahu harus melakukan apa. Ujung-ujungnya kamu jadi bingung sendiri memikirkan nasibmu di masa depan. Waktumu jadi habis untuk begitu saja.
Baca juga : Meski Lahan Sempit, Bukan Berarti Rumah Mungil Tak Bisa Punya Taman. Ini dia 7 Inspirasinya | Equity World
5. Tapi satu hal yang pasti, saat ini kamu bersyukur karena di luar sana ada banyak orang yang ingin bekerja sepertimu. Jalani saja sebaik-baiknya karena cibiran nggak pernah usai
Memikirkan cibiran orang yang berdatangan memang tak ada habisnya. Waktu yang kamu miliki pun banyak yang terbuang, padahal kamu memiliki hal-hal yang bisa dikerjakan. Kamu pun mencoba untuk tetap bersyukur dengan keadaan saat ini. Di balik penghasilanmu yang masih sedikit, lokasi kantor yang jauh, atau pekerjaanmu sering diremehkan, kenyataannya kamu berhasil hidup mandiri. Kamu memiliki pekerjaan yang setiap bulan memberikan kamu gaji dan skill yang bermanfaat buat ke depannya. Lagipula, di luar sana ada banyak orang yang ingin sepertimu. Jadi, saat ini bersyukur saja ya!
Menuruti perkataan orang lain memang tak akan pernah usai. Kamu akan selalu merasa tak tenang dan menjalani aktivitas pun jadi terganggu. Ujung-ujungnya kamu jadi nggak nyaman sendiri sama hidupmu. Selagi masih muda, kamu masih berkesempatan meraih mimpi di depan mata. Tak ada salahnya sih mempertimbangkan perkataan orang, asal jangan jadikan tolok ukur untuk mengetahui masa depan cerahmu. Karena sejatinya yang tahu dirimu akan bahagia dan menjalaninya di masa mendatang adalah kamu sendiri.
Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World
Equity World | Akhirnya kamu berhasil lulus dari bangku kuliah dengan proses yang tak mudah. Nggak heran saat selesai menamatkan pendidikan di universitas kamu jadi sangat gembira karena tidak merasakan tugas menumpuk dan ujian lagi. Tapi, dunia baru sudah menanti dan kamu akan menjalani babak baru yang sejatinya cukup menyeramkan. Banyak yang bilang sih seperti apa kehidupan sebenarnya sebagai manusia akan kamu rasakan ketika lulus dan mulai bekerja.
Babak baru ini terasa kamu sulit jalani saat tak ada dukungan dari orang terdekat. Harapan orangtua, saudara, dan teman yang ingin pekerjaanmu lebih baik dari sekarang jadi seperti beban. Padahal, kamu memiliki cita-cita yang dapat dicapai dengan memulai dari posisimu saat ini. Atau pekerjaanmu sekarang hanya sebagai awal sambil menunggu dream job kamu sesungguhnya tercapai. Semoga kamu tidak bosan dan bisa menjalani hari dengan sebaik-baiknya bersama 5 hal berikut ini yang kamu rasakan sudah bekerja, tapi diremehkan.
1. Semangat jadi mengendur kalau ingat pekerjaan kamu nggak dianggap
Layaknya karyawan pada umumnya, ketika berangkat kerja dirimu harus selalu semangat agar selama di kantor dapat produktif. Sayangnya, hal itu bisa menghilang begitu saja ketika mendengar cibiran dari orangtua yang melepas kepergianmu berangkat kerja.
Semangat yang sudah kamu kumpulkan sejak bangun tidur langsung mengendur dan diganti sama rasa lemas yang menyelimuti diri. Hal ini pun berpengaruh terhadap kinerjamu di kantor. Kamu jadi nggak semangat dan lemas dalam bekerja.
2. Mau posisi pekerjaannya sudah tinggi atau kamu berprestasi pun, tapi kalau dari awal diremehkan tetap nggak ada bedanya
Siapa yang tidak senang ketika berhasil naik jabatan atau berprestasi di kantor? Meski kamu tidak cinta dengan pekerjaan atau kantormu, paling tidak kamu akan cukup senang saat hal itu terjadi. Kamu jadi lebih bersemangat bekerja dengan posisi baru dan prestasi yang kamu dapatkan.
Namun, lagi-lagi hal itu mudah terganti karena tak adanya dukungan dari orang terdekat. Orangtua, pacar, saudara, dan teman-teman acuh pada hal yang cukup membanggakan itu. Mereka tak merasa bahwa hal itu termasuk “hal bagus atau menggembirakan”, karena mereka menganggap kalau itu biasa saja dan tidak memberikan efek apapun pada hidupmu. Yah, lagi-lagi perspektif ini tidak berubah karena sejak awal mereka meremehkan pekerjaanmu. Jadi, tidak ada bedanya.
3. Kadang ingin cari pekerjaan lain, walau nggak mudah dan belum tentu kamu nyaman
Cari kerja itu nggak mudah karena kamu pasti akan bersaing dengan ribuan orang. Belum tentu juga pekerjaanmu nanti dapat membuatmu nyaman. Jika tidak, maka kamu jadi terasa sangat berat menjalaninya. Karena dalam bekerja yang dipertimbangkan bukan hanya dari segi jobdesk, gaji, dan lokasi saja, tapi juga kehangatan yang terjalin terhadap sesama rekan kerja maupun atasan. Banyak kekhawatiran yang kamu rasa saat mau mencari pekerjaan lain. Kamu jadi bimbang antara menuruti keinginan orang lain atau bertahan beberapa waktu lagi di kantor sekarang sambil meningkatkan skill dan memikirkan pekerjaan yang lebih baik
4. Kamu jadi suka bingung sendiri. Sebenarnya pekerjaan yang sekarang sudah paling cocok atau belum sih?
Banyak mendapat cibiran yang tidak pernah berhenti ternyata sukses bikin kamu galau. Kamu jadi bingung kalau pekerjaan terbaik dan dream job itu apakah bisa sama? Atau sebaliknya memang jelas berbeda? Menyortir omongan orang yang datang terus membuat pikiramu jadi kacau dan tak tahu harus melakukan apa. Ujung-ujungnya kamu jadi bingung sendiri memikirkan nasibmu di masa depan. Waktumu jadi habis untuk begitu saja.
Baca juga : Meski Lahan Sempit, Bukan Berarti Rumah Mungil Tak Bisa Punya Taman. Ini dia 7 Inspirasinya | Equity World
5. Tapi satu hal yang pasti, saat ini kamu bersyukur karena di luar sana ada banyak orang yang ingin bekerja sepertimu. Jalani saja sebaik-baiknya karena cibiran nggak pernah usai
Memikirkan cibiran orang yang berdatangan memang tak ada habisnya. Waktu yang kamu miliki pun banyak yang terbuang, padahal kamu memiliki hal-hal yang bisa dikerjakan. Kamu pun mencoba untuk tetap bersyukur dengan keadaan saat ini. Di balik penghasilanmu yang masih sedikit, lokasi kantor yang jauh, atau pekerjaanmu sering diremehkan, kenyataannya kamu berhasil hidup mandiri. Kamu memiliki pekerjaan yang setiap bulan memberikan kamu gaji dan skill yang bermanfaat buat ke depannya. Lagipula, di luar sana ada banyak orang yang ingin sepertimu. Jadi, saat ini bersyukur saja ya!
Menuruti perkataan orang lain memang tak akan pernah usai. Kamu akan selalu merasa tak tenang dan menjalani aktivitas pun jadi terganggu. Ujung-ujungnya kamu jadi nggak nyaman sendiri sama hidupmu. Selagi masih muda, kamu masih berkesempatan meraih mimpi di depan mata. Tak ada salahnya sih mempertimbangkan perkataan orang, asal jangan jadikan tolok ukur untuk mengetahui masa depan cerahmu. Karena sejatinya yang tahu dirimu akan bahagia dan menjalaninya di masa mendatang adalah kamu sendiri.
Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World
Selasa, 09 Mei 2017
Saat Rutinitas Pekerjaan Begitu Memuakkan, Sebaiknya Kamu Memiliki 5 Sikap Ini
PT Equityworld | Saat Rutinitas Pekerjaan Begitu Memuakkan, Sebaiknya Kamu Memiliki 5 Sikap Ini
PT Equityworld | Ada kalanya kondisi lingkungan kerja membuatmu begitu frustasi dan uring-uringan. Mulai dari pekerjaan yang menumpuk atau target kerja yang hampir jatuh tempo. Saat konsentrasimu menurun, sering kali beberapa kesalahan-kesalahan tidak penting pun kamu lakukan jika terus ditekan situasi yang seperti ini.
Keluar dari situasi ini sebenarnya susah susah gampang. Kamu harus yakinkan dirimu sendiri bahwa kamu tidak bisa terus-terusan berada dalam situasi seperti ini. Ada saat dimana kamu harus menarik napas sejenak dan menenangkan diri baru kemudian mulai mengambil langkah selanjutnya. 5 Sikap berikut bisa membantumu kembali masuk ke dalam ritme kerja yang berwarna dan positif.
1. Bersyukur
Seperti sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa bahagia itu adalah sejauh mana kamu bisa bersyukur. Bersyukur bukan hanya karena kamu mendapat durian runtuh. Letak bersyukur terbesar adalah saat kamu berada dalam situasi yang kurang nyaman tapi kamu masih bisa melihat sisi positif dari situasi tersebut. Belajar mengendalikan situasi dan bersyukur karena kamu memiliki kesempatan untuk diajar lalu beranjak naik ke level berikutnya.
2. Selami Kembali Tujuan Hidupmu
Saat kamu mengiyakan untuk mengambil pekerjaanmu yang sekarang, renungkan kembali apakah perkerjaan tersebut benar-benar kamu senangi atau sungguh menjadi tujuan hidupmu. Pekerjaan bukan hanya sekedar menjadi lahan mendapatkan penghasilan.
Lebih dari itu, bagaimana pekerjaan yang kamu miliki dapat memberi manfaat bagi hidupmu dan orang lain. Jika jawabannya pekerjaanmu sekarang bukan tujuanmu maka wajar saja jika kamu muak. Mungkin lebih baik bila kamu resign dari pekerjanmu sekarang. Tapi bila pekerjaanmu sekarang merupakan impianmu, maka lebih baik berdamai dan nikmati setiap tantangan yang ada
3. Ikhlas
Ikhlas merupakan sikap penerimaan dan penghargaan terhadap diri sendiri. Ikhlas membuat pekerjaan yang kamu kerjakan menjadi ringan dan lebih bermanfaat. Dengan ikhlas, kamu tidak akan terbebani dengan tantangan apa pun yang tengah kamu hadapi. Ikhlas juga berarti melepaskan segala kejemuan kerja dan melemparnya ke sudut yang jauh.
Baca juga : 6 Kebiasaan Boros yang Seringkali Tidak Kamu Sadari | PT Equityworld
4. Tidak Menggerutu
Menggerutu hanya menambah berat beban kerjamu. Tidak ada yang bisa kamu kerjakan dengan benar jika dibarengi dengan menggerutu. Pekerjaan menjadi lebih lambat dan yang lebih parah malah membuatmu stres sendiri. Cobalah agar lebih tenang dan menahan diri dari sikap menggerutu.
5. Tidak Melempar Kekesalan
Menjaga hubungan baik dengan semua orang sangat penting. Saat kamu merasa muak dengan pekerjaan yang kian hari kian menjemukan, jangan ungkapkan itu dengan tindakan negatif seperti menanggapi serius joke rekan kerja, memberi jawaban yang kurang ramah atau sulit untuk disapa. Intinya jangan sampai buruknya suasana hatimu berimbas bagi lingkungan sekitar.
Tak kalah menarik kunjungi juga : PT Equityworld
Langganan:
Postingan (Atom)







