Kamis, 02 Maret 2017

4 Gejala Radang Usus Buntu yang Belum Kamu Ketahui

Equity World | 4 Gejala Radang Usus Buntu yang Belum Kamu Ketahui




Equity World | Apa yang dimaksud dengan usus buntu? Usus buntu yang dikenal oleh masyarakat adalah suatu penyakit pada perut. Tetapi dalam hal ini terdapat istilah misnomer pada pengertian usus buntu sebagai penyakit. usus buntu adalah bagian kecil pada usus yang sifatnya seperti kantung kecil silinder. Ibaratnya seperti jalan menyimpang kecil yang buntu, dalam istilah anatomi disebut sebagai appendix.

Usus buntu dapat menimbulkan gajala penyakit hanya apabila ia meradang, dalam medis istilah ini disebut appendisitis (appendix + itis). Perjalanan penyakitnya terbilang cepat dalam waktu hitungan jam hingga hari, dan harus segera ditangani karena apabila terlambat nyawa bisa jadi taruhan. Maka, penting bagi kita semua mengetahui sedikit banyaknya mengenai penyakit ini agar keptusan yang diambil tepat. Berikut 4 gejala yang harus kamu identifikasi.

1. Nyeri Perut yang Berpindah dari Sekitar Pusat ke Perut Kanan Bawah.

Pada permulaan timbul nyeri, nyeri dirasakan disekitar pusat, nyeri dapat sakit maag biasa atau nyeri perut sembelit. apabila dalam rentang waktu 8-12 jam nyerinya bermigrasi dari sekitar perut menuju perut kuadran kanan bawah, makan kemungkinan besar adalah appendisitis. sifat nyeri dari nyerinya ialah; nyeri dirasakan terus menerus, tidak terdapat penjalaran nyeri ke bagian tubuh lain, apabila sedikit bergerak menjadi semakin nyeri, sehingga mereka cenderung membungkuk dan menahan perut kanan bawah. dan penderita cenderung akan terbaring ditempat tidur dan membatasi gerakan perutnya.

2. Mual dan muntah

Mual dan muntah untuk gejala penyakit ini kurang spesifik. spesifik apabila mual dan muntah terjadi setelah mulainya onset nyeri perut pada penjelasan no.1. Apabila sebelum itu diduga mual muntah tersebut penyebabnya bukan appendisitis.

3. Anorexia

Anorexia adalah kondisi dimana seseorang tidak nafsu makan. gejala ini pun kurang spesifik. Tetapi apabila onsetnya setelah nyeri perut kuadran kanan bawah, gejala anorexia sangat bermakna. dikarenakan adanya bagian usus yang meradang, keinginan untuk memasukkan ke saluran pencernaan sangat tidak ada.

4. Demam

Demam, merupakan tanda adanya peradangan atau infeksi pada tubuh kita. untuk demam sendiri tidak sensitiv dan spesifik terhadap appendisitis. tetapi apabila terdapat keluahan tiga diatas lalu disertai demam dengan suhu diatas 36.3 derajat selsius. kemungkinan besar adalah appendisitis.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World

Rabu, 01 Maret 2017

Inilah Beberapa Mitos Es Krim yang Sering Dipercaya Masyarakat

PT Equityworld | Inilah Beberapa Mitos Es Krim yang Sering Dipercaya Masyarakat 



PT Equityworld | Es Krim menjadi makanan yang disukai oleh anak-anak di seluruh dunia. Namun banyak orang tua mempercayai beberapa mitos, yang akhirnya memberikan pemahaman yang salah bagi anaknya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut. Dikutip dari liputan6.com

Es krim membuat batuk dan flu
“Banyak orang tua yang menganggap es krim merupakan penyebab batuk dan flu, padahal setahu saya penyebab penyakit itu adalah virus. Padahal es krim punya kandungan yang sehat dan terbuat dari susu." ujar Widi Mulia pada peluncuran es krim Happy Cow, di Pabrik Campina, Surabaya.

Es krim makanan yang tidak bergizi
“Salah satu hal yang membedakan es krim pabrikan dan es krim rumahan adalah nilai gizi yang terkandung. Pada es krim pabrikan, nilai gizi seperti kalori, karbohidrat, hingga lemak diatur sedemikian rupa memenuhi gizi dalam tubuh.” ungkap Adji Andjono, National Sales Manager & Marketing Manager Campina Ice Cream.

Es krim penyebab gigi berlubang
Widi bercerita bahwa banyak yang menganggap es krim menjadi penyebab gigi berlubang. Padahal jika anak diajari menggosok gigi dengan baik dan minum air yang cukup setelah makan es krim, Widi percaya resiko kesehatan tersebut dapat dihindari.

“Tapi yang harus dikontrol adalah kadar gulanya. Karena kalau anak-anak diberi makanan manis, mereka akan cari yang lebih manis daripada itu,” tutup Widi Mulia.

Tak kalah menarik kunjungi juga : PT Equityworld

Selasa, 28 Februari 2017

Hati-hati, 6 Kebiasaan Ini Jauhkan Anda dari Kulit Cantik

Equityworld Futures | Hati-hati, 6 Kebiasaan Ini Jauhkan Anda dari Kulit Cantik




Equityworld Futures | Memiliki kulit cantik dan sehat, serta bebas gangguan merupakan impian hampir setiap orang. Namun, jika kulit masih mengalami dehidrasi, kulit cantik dan sehat hanya lah impian belaka.

Dokter spesialis kulit Jimmi Chandra mengatakan, kulit merupakan organ yang sebagian besar terdiri dari air. Maka untuk mendapatkan kulit sehat, organ ini tidak boleh kekurangan persediaan air.

Namun, ada beberapa kebiasaan yang disadari atau tidak membuat kulit menjadi dehidrasi dan kehilangan kecantikannya. Disebutkan oleh Jimmi di Jakarta, beberapa waktu lalu, kebiasaan itu, yaitu sebagai berikut.

1. Kerap terpapar polusi
Hidup di kota besar memang memiliki risiko lebih besar mengalami dehidrasi kulit. Sebab, kadar polusi yang tinggi berakibat pada banyaknya radikal bebas yang terpapar pada kulit. Alhasil kulit pun kehilangan kelembapannya dan dehidrasi.

2. Terlalu lama berada di ruangan ber-AC
Ruangan ber-AC biasanya lebih kering dari ruangan tanpa AC. Meskipun suhunya sejuk, tetapi jika berlama-lama di ruangan tersebut, kulit bisa kehilangan kelembapan alaminya. Ini bisa juga terjadi saat Anda berada di negara empat musim saat musim dingin.

3. Paparan sinar matahari
Sinar matahari mengandung sinar UV yang bersifat merusak sel-sel kulit. Maka tak heran jika ini juga sebagai penyebab kulit mengalami dehidrasi. Maka sebisa mungkin hindari paparan matahari langsung ke kulit.

4. Makanan dan minuman
Diet atau pola makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat mempengaruhi penyerapan air dj sel. Sehingga kulit pun menjadi dehidrasi. Belum lagi asupan air dari minum yang kurang berakibat minimum juga air yang didistribusikan ke sel kulit.

5. Merokok
Rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas yang paling mudah ditemui. Maka jangan heran bila Anda sering terpapar asap rokok, semakin mudah Anda mengalami gejala penuaan, termasuk dehidrasi kulit.

6. Perawatan kulit yang terlalu keras
Tujuan Anda mungkin baik yakni merawat kulit. Namun jika dilakukan dengan produk-produk yang bersifat keras, justru hal ini dapat merusak kulit. Over use product pun termasuk dalam poin ini, misalnya menggunakan produk peeling atau scrub terlalu sering.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equityworld Futures

Senin, 27 Februari 2017

Tips Mengelola Waktu dan Meningkatkan Produktivitas Kerja

Equity World | Tips Mengelola Waktu dan Meningkatkan Produktivitas Kerja




Equity World | Waktu adalah faktor penting di dunia saat ini yang tampaknya akan berjalan seperti roda yang berputar dengan cepat. Anda perlu menyeimbangkan antara kehidupan profesional dan pribadi Anda dengan kemampuan yang menuntut Anda untuk melakukan dan memberi yang terbaik dari keduanya. Di sini, akan dibahas beberapa langkah yang akan membantu Anda untuk mengelola waktu secara efektif dan meningkatkan produktivitas Anda, seperti dikutip dari liputan6.com

1. Buat daftar kegiatan
Pentingnya membuat daftar kegiatan tidak boleh diremehkan. Memiliki daftar yang jelas tentang apa tugas yang harus dilakukan dengan batas waktu perkiraan tertentu akan membantu Anda dalam menentukan prioritas. Jadi pastikan bahwa Anda membuat daftar kegiatan pada awal setiap harinya untuk pekerjaan Anda.

2. Ambil istirahat
Ambil istirahat dari kegiatan Anda sekali atau dua kali sehari. Hal ini dapat dilakukan dengan cara minum secangkir kopi atau berjalan-jalan di sekitar tempat kerja Anda. Anda bisa menuliskan waktu tertentu dalam jadwal harian Anda untuk waktu istirahat tersebut. Hal ini dapat meremajakan Anda dan mengisi energi Anda. Pastikan bahwa istirahat Anda fleksibel, tetapi tetap harus direncanakan dengan baik.

3. Hindari pemborosan waktu
Ketika Anda berada di kantor, Anda sering cenderung untuk melakukan banyak hal sekaligus. Hal ini dapat mencakup browsing, chatting atau percakapan telepon pribadi. Anda perlu memastikan bahwa Anda menghindari kegiatan tersebut, terutama ketika Anda menjalankan jadwal pekerjaan yang ketat.

4. Belajarlah untuk mendelegasikan tugas
Jika Anda memiliki satu atau dua orang yang berada di bawah naungan Anda dalam sebuah tim, pastikan bahwa Anda mengalokasikan tugas yang sesuai untuk mereka. Delegasi adalah seni, dan jika digunakan dengan benar, hal ini dapat menghemat waktu. Mengalokasikan tugas-tugas yang sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan bawahan Anda adalah hal yang baik. Anda harus menyediakan mereka bimbingan yang diperlukan pula.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World


5. Kerja cerdas adalah kuncinya
Tidak ada gunanya menghabiskan waktu lama pada pekerjaan yang dapat dilakukan dalam beberapa menit. Cari tahu metode alternatif untuk melakukan pekerjaan yang efektif dan menerapkannya sehingga dapat menuai keuntungan dari kerja cerdas. Hari-hari awal mungkin cukup menantang, namun ketika Anda sudah mendapatkan cukup pengalaman, kerja cerdas menjadi kebiasaan Anda dalam bekerja nantinya.