Senin, 16 Januari 2017

Ini bahaya yang perlu kamu tahu jika berdarah saat sikat gigi

Equity World | Ini bahaya yang perlu kamu tahu jika berdarah saat sikat gigi
 

 
Equity World | Hingga saat ini masih banyak yang menganggap bahwa gusi berdarah disebabkan oleh peradangan gusi. Namun ternyata gusi berdarah bisa menjadi pertanda akan adanya penyakit.

Dan berikut beberapa penyakit yang kemungkinan dialamimu jika mengalami kejadian berdarah saat menyikat gigi, disarikan dari sejumlah sumber.

1. Penyakit Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP).
Ini adalah penyakit kelainan autoimun spesifik yang memengaruhi jumlah trombosit atau platelet –yang berfungsi membantu bekuan darah. Oleh karena itu, penderita ITP akan mudah memar atau berdarah secara berlebihan pada gusi, hidung, air seni, usus dan lainnya.

Penderita ITP berat sebaiknya menghindari aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan perdarahan atau memar, membatasi konsumsi alkohol, menghentikan pemakaian obat-obatan –seperti aspirin dan ibuprofen.

2. Leukimia.
Leukimia adalah penyakit kanker yang menyebabkan sel darah putih menjadi ganas, dan diproduksi secara berlebihan di dalam sumsum tulang. Sebanyak 25% kejadian leukimia pada anak memiliki gejala awal peradangan gusi atau gingivitis.

Masuknya sel-sel leukimia ke dalam gusi menyebabkan gusi meradang dan menurunkan kemampuannya untuk melawan infeksi, sehingga gusi menjadi mudah berdarah. Perdarahan akan berlanjut sampai beberapa menit, karena darah tidak membeku secara normal.

3. Hemofilia.
Darah pada penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal, dan berjalan lambat. Kondisi ini ditandai dengan perdarahan spontan yang berat serta nyeri sendi yang menahun. Hemofilia banyak terjadi pada laki-laki. Sedangkan wanita hanya menjadi pembawa sifat (carrier). Hemofilia ringan menyebabkan darah lama membeku setelah cabut gigi, operasi atau saat terkena trauma yang minimal.

4. Kelainan Faktor Pembeku Darah VII.
Kelainan ini menyebabkan fibrin bekuan darah tidak terbentuk dengan kuat, sehingga perdarahan sulit dan lama berhenti. Kelainannya bisa berupa kurangnya produksi faktor VII atau adanya penyebab yang mengganggu faktor VII. Faktor VII adalah protein yang diproduksi pada hati –memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World

5. Penyakit Von Willebrand.
Faktor Von Willebrand (VWF) adalah protein yang membantu platelet berkumpul dan membeku. Jika kadar VWF dalam darah rendah, platelet tidak akan berfungsi dengan normal sehingga memperpanjang masa perdarahan. Penyakit ini ditandai dengan mudah memar, perdarahan hidung, gusi dan menstruasi yang berlebihan.

Jumat, 13 Januari 2017

Kamu mau diet tapi malas olahraga? Coba cara tak terduga ini ya

PT Equityworld | Kamu mau diet tapi malas olahraga? Coba cara tak terduga ini ya
 
PT Equityworld | Kebanyakan orang sulit mengatasi berat badan berlebih. Namun, banyak faktor yang membuat seseorang malas melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Entah alasannya terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai nggak sempat olahraga atau nggak tahan lihat makanan enak.

Ternyata hal itu memang yang menjadi pemicu bagi mereka yang punya masalah berat badan untuk membakar kalori. Akhirnya mereka hanya pasrah menerima bentuk tubuh yang terus-terusan melebar. Dikutip dari brilio.net, siapa sangka, ternyata berat badan bisa diatasi hanya dengan berendam di air panas lho.

Baru-baru ini para ahli dari Loughborough University menemukan fakta berendam di air panas dengan suhu 40 derajat Celsius lebih efektif membakar kalori dan menurunkan gula darah daripada berjalan cepat. Boleh jadi suhu 40 derajat Celcius terbilang cukup panas, tapi jangan terlalu dipikirkan panasnya. Dengan metode yang tepat dan baik, berendam air panas akan memberikan energi positif pada tubuh.

Steve Faulkner dari Loughborough University di Inggris telah melakukan riset dengan mengikuti 2.300 peserta laki-laki setengah baya selama kurang lebih 20 tahun. Mereka diteliti dengan dilengkapi monitor. Hasilnya, berendam air panas meningkatkan aliran darah dan membakar energi lebih cepat.

Berdasarkan teori, ini ada efek hebat dari heat shock protein yang dilepaskan ketika suhu tubuh dinaikkan secara signifikan. Dalam tahapan ini pada akhirnya akan menurunkan kadar gula darah. Kamu cukup berendam air panas selama satu jam. Itu setara dengan berjalan kaki selama 20-30 menit dan bisa membakar sekitar 126 kalori.

Tak kalah menarik kunjungi juga : PT Equityworld

Tetapi meski begitu tetap harus ingat untuk mengontrol pola makan. Mendapatkan cara mudah bukan berarti hidup dengan pola makan seenaknya. Kamu juga sesekali gerakkan tubuh supaya persendian dan urat tidak kaku. Nah, sekarang tidak ada alasan untuk tidak menurunkan berat badan kan?

Kamis, 12 Januari 2017

Merawat Layar Ponsel Biar Tetap Kinclong

Equityworld Futures | Merawat Layar Ponsel Biar Tetap Kinclong
 
Equityworld Futures | Hampir semua jajaran ponsel saat ini dibekali dengan layar sentuh. Meski terlindung dengan kaca Gorilla Glass sekalipun, pengguna tetap harus menjaganya agar tetap terjaga performanya.

Mengutip dari detik.com, berikut tips cara menjaga layar sentuh ponsel. Meski diperuntukkan bagi ponsel besutan Xiaomi, tips ini dapat pula dipraktekkan untuk ponsel lain yang punya layar sentuh.

1. Selain jari, jangan gunakan benda lain untuk navigasi di atas layar ponsel. Para vendor merancang layar ponselnya agar optimal digunakan oleh jari dan bukan benda lain.

2. Rajin membersihkan. Gunakan kain microfiber yang memiliki bahan lembut karena ideal untuk membersihkan dan merawat permukaan layar.

Boleh menggunakan kain yang lembab, tapi harus berhati-hati jangan sampai air masuk ke dalam perangkat. Untuk membersihkanya sendiri, lakukan seperti membersihkan lensa kacamata.

3. Gunakan flipcover. Ini bisa menjadi salah satu cara mudah agar menghindari perangkat terkena goresan, tumpahan cairan, panas matahari, debu dan lain-lain.

4. Pakai screen protector. Meski ponsel telah diselimuti Gorilla Glass tidak ada salahnya menggunakan lapisan tambahan. Gunanya untuk melindungi layar saat tidak sengaja jatuh atau terkena goresan saat disimpan dalam tas.

5. Hindari paparan langsung sinar matahari. Memang sinar matahari tidak akan langsung merusak ponsel. Tapi bila terlalu sering terkena paparan sinar matahari, lama kelamaaan berpotensi merusak panel.

6. Aktifkan fitur screen time out. Dengan begitu, ketika ponsel tidak digunakan, layar akan mati. Maka perangkat dapat beristirahat sejenak yang akan memanjangkan umur ponsel.

7. Berhati-hatilah saat mengoneksikan ponsel dengan perangkat elektronik lainnya. Pasalahnya tegangan ataupun arus listrik yang tidak stabil dapat menyebakan kerusakan pada layar.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equityworld Futures

8. Meski disimpan dalam kantong atau tas, belum tentu membuat ponsel aman. Pastikan menyimpanannya di tempat yang aman. Misalnya saat berpergian, letakkan pada bagian tas yang mudah dijangkau dan terhindar dari benturan benda-benda keras di dalamnya.

Rabu, 11 Januari 2017

Hati-Hati, Berikut Mitos Seputar Rambut yang Kerap Dipercaya

Equity World | Hati-Hati, Berikut Mitos Seputar Rambut yang Kerap Dipercaya
 
Equity World | Jika di tahun-tahun lalu banyak dari Anda yang masih percaya dengan mitos-mitos seputar rambut tanpa mencari tahu faktanya, tak heran beragam pemahaman salah tentang perawatan rambut pun kerap terjadi. Seharusnya Anda mencerdaskan diri dengan menelaah terlebih dahulu mitos yang Anda dengar.

Apakah Anda masih ingin percaya dengan mitos seputar rambut? Simak mana mitos yang benar dan mana yang salah seperti dikutip liputan6.com

1. Sekali mencabut uban, maka akan semakin banyak uban yang tumbuh
Fakta: Sama sekali tidak benar. Banyaknya uban ditentukan oleh faktor genetik dan bukan oleh banyaknya uban yang dicabut. Satu folikel rambut hanya mampu menumbuhkan satu rambut, sehingga tidak mungkin jika Anda mencabut uban di satu tempat maka akan tumbuh dua uban di tempat yang sama, jelas Bruce Massefield, creative director dari Sassoon UK.

Tapi ini bukan berarti Anda bebas mencabuti uban, karena jika terus menerus dicabut maka rambut akan jadi lemah dan akhirnya berhenti tumbuh. Disarankan untuk membiarkan uban tumbuh, atau menutupinya dengan pewarna rambut.

2. Serum rambut dan kondisioner mampu menyembuhkan ujung rambut yang bercabang
Fakta: Beberapa produk memang mampu untuk menjaga kesehatan rambut sekaligus secara temporer menyambung ujung rambut yang bercabang tersebut.  Namun, solusi permanen untuk menyingkirkan sekaligus mencegah ujung rambut yang bercabang adalah dengan memotongnya, dan melakukan trim rambut secara teratur setidaknya tiap 2 bulan sekali.

3. Trim rambut secara teratur mampu membuat rambut tumbuh lebih cepat
Fakta: Memotong rambut tak akan mempengaruhi pertumbuhan rambut karena pertumbuhan rambut dimulai dari kulit kepala.

Pertumbungan rambut bukan dari batang maupun ujung rambut, jelas dr. Joshua Zeichner, director of cosmetic and clinical research in dermatology dari Mount Sinai Hospital, New York. Namun, memang disarankan untuk trim rambut setidaknya dua bulan sekali karena ujung rambut yang bercabang membuat rambut terlihat tipis, dan menyebabkan putusnya rambut.

4. Sering keramas membuat rambut rontok
Fakta: Tidak benar. Jika sudah waktunya untuk rontok, maka rambut pasti akan rontok, baik ketika di keramas maupun tidak.

Menurut Journal Of Cosmetic Dermatology Review, jarang keramas justru membuat rambut rontok karena tumpukan minyak dan kotoran di kulit kepala akan memicu terjadinya peradangan kulit kepala yang mengakibatkan kerontokan. Kerontokan rambut biasanya disebabkan oleh faktor genets, maupun stres. Perubahan hormon saat kehamilan, ataupun sesudah melahirkan bisa juga menyebabkan kerontokan. Jika Anda cemas dengan kerontokan rambut coba konsultasikan dengan dermatologis, sehingga bisa dicari tahu penyebabnya yang pasti, dan dicari solusi yang tepat.

Menyikat rambut 100 kali sehari membuat rambut mengilap dan tumbuh lebih sehat

5. Menyikat rambut 100 kali sehari membuat rambut mengilap dan tumbuh lebih sehat
Fakta: Menyikat rambut akan membantu mendistribusikan minyak di kulit kepala (sebum) agar sampai ke ujung rambut, sehingga rambut pun akan sehat dan mengilap.

Namun hati-hati, terlalu banyak, dan terlalu sering menyisir rambut justru akan membuat rambut menjadi lepek. Yang lebih parah lagi akan merusak kutikula rambut yang berfungsi sebagai perisai pelindung batang rambut. Sisir rambut Anda secukupnya sampai rapi, tak perlu harus menyikatnya 100 kali.

6. Pewarna rambut akan merusak kesehatan rambut
Fakta: Bahan bleach yang ada pada pewarna rambut mampu membuat rambut jadi kering.

Tak kalah menarik kunjungi juga : Equity World


Namun, saat ini tehnologi pewarnaan sudah sangat canggih sehingga saat ini pewarna rambut umumnya sudah mengandung bahan-bahan yang melindungi kesehatan rambut. Selain itu, saat ini sudah banyak sekali tersedia produk perawatan rambut. Jika Anda rajin mewarnai rambut, maka seharusnya Anda juga rajin untuk melakukan perawatan ekstra agar kesehatan rambut tetap terjaga. Jadi masikah Anda akan mempercayai mitos belaka?