Selasa, 03 Maret 2026

Equityworld Futures | Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

Equityworld Futures | Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

Equityworld Futures | Wall Street berakhir mixed pada Senin (2/3/2026) dengan indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif.

Equityworld Futures | Harga Emas Membara di Tengah Perang, Tembus Rekor Tertinggi Sebulan

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones turun 73,14 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 48.904,78. Indeks S&P 500 berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 2,74 poin menjadi 6.881,62. Indeks komposit Nasdaq meningkat 80,65 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 22.748,86.

Pergerakan ketiga angka indeks terpengaruh serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan para pejabat tinggi negara tersebut.

Saham sektor energi naik dipicu kekhawatiran terganggunya pasokan ke pasar minyak global setelah Iran menutup arus pelayaran di Selat Hormuz. Saham Chevron dan Exxon Mobil masing-masing melonjak 1,52 persen dan 1,13 persen.

Saham sektor teknologi menguat dengan saham Nvidia dan Microsoft masing-masing meningkat 3 persen dan 1,5 persen.

Saham maskapai penerbangan melemah dipicu terganggunya perjalanan udara di kawasan Timur Tengah. Saham Delta Airlines, United Airlines, dan American Airlines masing-masing anjlok 2,21 persen, 2,91 persen, dan 4,21 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran. Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik 2,7 persen menjadi US$5.389,2 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS naik 0,96 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 1,7 persen, dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 130,44 poin, atau sekitar 1,2 persen, menjadi 10.780,11. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, anjlok 646,26, atau sekitar 2,56 persen, menjadi 24.638.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 485 poin, atau sekitar 2,64 persen, menjadi 17.875,8. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 186,43 poin, atau sekitar 2,17 persen, menjadi 8.394,32.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,68 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3393 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1405 euro per pound.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Senin, 02 Maret 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Diproyeksi Naik Tajam Imbas Serangan AS-Israel ke Iran

Equityworld Futures | Harga Emas Diproyeksi Naik Tajam Imbas Serangan AS-Israel ke Iran

Equityworld Futures | Harga emas dan perak berpotensi menguat tajam pada pembukaan pasar Senin (2/3/2026), ditopang eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Equityworld Futures | 76% Investor Optimistis Harga Emas “To The Moon” di Tengah Ketidakpastian Global

Melansir dari Reuters, Sabtu (28/2), Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan menyeret kawasan tersebut ke babak konflik baru.

Situasi ini membuat negara-negara produsen minyak di Teluk Arab siaga, terutama setelah Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel.

Empat sumber Reuters menyebut sejumlah perusahaan minyak besar dan rumah dagang utama menangguhkan pengiriman minyak mentah dan bahan bakar melalui Selat Hormuz menyusul serangan tersebut.

Jalur ini merupakan salah satu rute vital energi global, sehingga gangguan apa pun langsung memicu kekhawatiran pasar.

Di tengah ketidakpastian, investor kembali memburu aset safe haven.

Emas, yang telah mencatat reli panjang, naik 22,46 persen sejak awal 2026 dan melonjak 8,14 persen sepanjang Februari.

Pada perdagangan terakhir, harga emas menyentuh USD5.279,95 per troy ons, tertinggi sejak Januari 2026. Sepanjang 2025, logam mulia ini bahkan melesat 64 persen.

Perak juga mengikuti tren penguatan, meski pergerakannya cenderung lebih volatil.

AVP Commodity Research SMC Global Securities, Vandana Bharti, mengatakan emas biasanya naik cepat saat dunia dilanda ketidakstabilan karena dipandang sebagai penyimpan nilai.

“Dalam jangka pendek, harga kerap melonjak ketika berita muncul dan pelaku pasar bergegas melakukan lindung nilai. Namun seiring waktu, pasar cenderung stabil kembali dan harga bisa terkoreksi jika ketegangan mereda,” ujarnya, dikutip Money Control.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Jumat, 27 Februari 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tertahan, Pasar Tunggu Hasil Negosiasi Nuklir AS-Iran

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Tertahan, Pasar Tunggu Hasil Negosiasi Nuklir AS-Iran

Equityworld Futures | Harga emas dunia bergerak stabil pada Kamis waktu setempat, seiring pelaku pasar memilih menunggu hasil putaran ketiga perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait program nuklir di Jenewa. Investor berharap negosiasi tersebut dapat meredakan ketegangan geopolitik global.

Equityworld Futures | Harga Emas Menguat Tipis, Pasar Tunggu Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran

Mengutip CNBC, Jumat (27/2/2026), harga emas spot tercatat di level USD 5.168,72 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 0,6% ke posisi USD 5.194,20 per ounce.

Analis pasar dari FOREX.com, Razan Hilal, menilai pergerakan emas dan perak masih menghadapi tantangan teknikal.

“Emas dan perak sedang berupaya menembus level resistance di USD 5.200 dan USD 90, namun sejauh pekan ini belum mampu mempertahankan penguatannya. Hal ini meningkatkan risiko penurunan harga apabila kesepakatan geopolitik jangka pendek benar-benar terwujud,” tulis Hilal dalam catatannya.

Menurut dia, emas dan perak mencoba menembus level resistensi masing-masing di USD 5.200 dan USD 90, namun belum mampu mempertahankan penguatan. Jika kesepakatan geopolitik tercapai dalam waktu dekat, risiko koreksi harga bisa meningkat.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Kamis, 26 Februari 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Hari Ini Bervariasi, Stok AS jadi Penyebabnya

Equityworld Futures | Harga Minyak Hari Ini Bervariasi, Stok AS jadi Penyebabnya

Equityworld Futures | Harga minyak bervariasi pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026 (Kamis waktu Jakarta). Pergerakan harga minyak itu seiring peningkatan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) jauh lebih besar dari perkiraan mengimbangi ancaman terhadap pasokan minyak dari potensi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Sentuh USD 5.200, Ini Pemicu Kenaikan Logam Mulia

Mengutip CNBC, harga minyak kontrak berjangka Brent naik 8 sen menjadi USD 70,85 per barel. Sementara itu, harga minyak kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 21 sen menjadi USD 65,42.

Badan Informasi Energi (EIA) atau the Energy Information Administration mengatakan, persediaan minyak mentah AS naik 16 juta barel pada minggu lalu seiring pemanfaatan kilang menurun dan impor meningkat. Angka itu dibandingkan dengan harapan analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1,5 juta barel.

Namun, angka penyesuaian EIA, yang mencakup total perubahan stok minyak mentah yang tidak diperhitungkan, mencapai rekor tertinggi minggu lalu sebesar 2,7 juta barel per hari. “Laporan bearish (EIA) dengan peningkatan stok minyak mentah yang besar, tetapi dampaknya terhadap harga terbatas, karena pasar minyak saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah,” ujar Analis Komoditas UBS, Giovanni Staunovo.

Harga Brent mencapai level tertinggi sejak 31 Juli pada Jumat, sementara WTI mencapai level tertinggi sejak 4 Agustus pada Senin. Hal ini karena AS menempatkan pasukan militer di Timur Tengah untuk mencoba memaksa Iran bernegosiasi untuk mengakhiri program nuklir dan rudal balistiknya.

Konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu pasokan dari Iran, produsen minyak mentah terbesar ketiga di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan negara-negara lain di kawasan penghasil minyak utama Timur Tengah.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami