Equityworld Futures | Harga Emas Sudah di Atas US$5.000/Troy Ons, Mau Jual atau Beli?
Equityworld Futures | Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Harga sang logam mulia genap naik dua hari beruntun.
Equityworld Futures | Pesta Pora Lagi! Harga Emas Tahu-Tahu Sudah Tembus US$5.000
Pada Rabu (4/2/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 5.020,2/troy ons. Menguat 1,49% dibandingkan hari sebelumnya.
Harga emas pun resmi naik dua hari berturut-turut. Selama dua hari tersebut, harga bertambah 7,73%.
Harga aset ini berhasil bangkit usai koreksi yang teramat dalam. Pada 29 Januari-2 Februari, harga emas ambruk 14,02%.
Jadi, sepertinya investor menilai harga emas sekarang sudah ‘murah’, Aksi borong pun terjadi, sehingga harga emas melambung.
Fidelity International, lembaga keuangan yang banyak melepas emas akhir pekan lalu, sudah berencana untuk membelinya kembali.
“Jika kita melihat koreksi 5% atau 7% terjadi lagi, maka saya akan beli. Secara struktural, sentimen jangka menengah masih positif bagi harga emas untuk melanjutkan reli,” tegas George Efstathopoulos dari Fidelity International, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Kamis, 05 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Sudah di Atas US$5.000/Troy Ons, Mau Jual atau Beli?
Rabu, 04 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Melonjak Tajam, Saham Tambang Global Ikut Menguat
Equityworld Futures | Harga Emas dan Perak Melonjak Tajam, Saham Tambang Global Ikut Menguat
Equityworld Futures | Harga emas dan perak dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa (3/2/2026), setelah mengalami aksi jual hebat pada akhir pekan lalu. Kebangkitan harga logam mulia ini ikut mengangkat saham-saham tambang serta produk reksa dana berbasis logam mulia di berbagai bursa global.
Equityworld Futures | Akhirnya Harga Emas Terbang Lagi Usai Hancur Lebur, Tembus US$4.900
Harga emas spot tercatat melonjak 6,17% ke level US$ 4.947,61 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) melesat 6,87% dan bergerak di kisaran US$ 4.971,01 per ons troi.
Harga perak juga mencatatkan pemulihan signifikan. Harga perak spot melejit 7,95% ke sekitar US$ 85,5 per ons, sedangkan perak berjangka melonjak 10,84% ke level US$ 85,42 per ons.
Dikutip dari CNCB Internasioal, penguatan ini menjadi respons atas kejatuhan tajam sebelumnya. Pada Jumat (30/1/2026), harga emas anjlok hampir 10%, sementara harga perak ambrol hingga 30% dalam satu hari, menjadi penurunan harian terburuk sejak 1980.
Seiring naiknya harga logam mulia, saham-saham pertambangan dan exchange-traded funds (ETF) berbasis emas dan perak yang tercatat di berbagai negara turut mencatatkan penguatan.
Di Bursa London, saham perusahaan tambang besar bergerak positif. Rio Tinto naik 2,2%, Anglo American menguat lebih dari 3%, dan Antofagasta melonjak 2,5%. Fresnillo, produsen perak terbesar dunia sekaligus saham dengan kinerja terbaik di indeks FTSE 100 sepanjang 2025, tercatat naik 3,1%.
Di AS, ETF berbasis perak mencatat lonjakan signifikan menjelang pembukaan pasar. ProShares Ultra Silver ETF melonjak sekitar 15%, sementara abrdn Physical Silver Shares ETF dan iShares Silver Trust (SLV), yang sebelumnya menjadi pusat euforia investor ritel, masing-masing menguat sekitar 8,3%.
Saham-saham perusahaan tambang emas dan perak yang tercatat di AS juga bergerak naik tajam. Endeavour Silver melonjak 7,5% pada perdagangan pra-pasar, Coeur Mining menguat 7,7%, sementara Hecla Mining dan First Majestic Silver masing-masing naik sekitar 8%.
Pemulihan harga ini terjadi di tengah evaluasi investor atas apakah kejatuhan sebelumnya menandai perubahan struktural pasar, atau sekadar reaksi berlebihan terhadap faktor jangka pendek.
Analis Deutsche Bank menilai sejarah menunjukkan pergerakan tersebut lebih dipicu faktor jangka pendek, meski skala aksi jual memang memunculkan pertanyaan baru terkait posisi pasar. Bank tersebut mencatat bahwa meskipun aktivitas spekulatif meningkat dalam beberapa bulan terakhir, faktor tersebut belum cukup menjelaskan besarnya kejatuhan harga pekan lalu.
“Penyesuaian harga logam mulia tampaknya melampaui signifikansi pemicu yang ada. Selain itu, niat investor, baik resmi, institusional, maupun individu, kemungkinan besar tidak berubah menjadi lebih negatif,” tulis Deutsche Bank dalam risetnya.
Selasa, 03 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Runtuh Lagi, Sampai Kapan?
Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Runtuh Lagi, Sampai Kapan?
Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali melemah pada awal pekan ini, melanjutkan tekanan tajam yang terjadi setelah aksi jual besar-besaran pada akhir pekan lalu. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS serta perubahan sentimen pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok Parah Lagi, Kebijakan CME Picu Gelombang Jual
Dikutip dari CNBC, Selasa (3/2/2026), harga emas spot tercatat turun lebih dari 4% dan berada di kisaran USD 4.662,43 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas masih tertekan sekitar 1% ke level USD 4.694,60 per ons. Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi baru pekan lalu.
Tekanan di pasar logam mulia semakin kuat setelah CME Group menaikkan persyaratan margin pasca aksi jual tajam. Margin kontrak berjangka emas COMEX dinaikkan menjadi 8% dari sebelumnya 6%. Kebijakan ini dinilai mempersempit ruang spekulasi jangka pendek di pasar emas.
Analis CMC Markets, Christopher Forbes, menilai koreksi harga emas saat ini bersifat teknikal dan masih tergolong wajar. Menurutnya, penurunan tersebut merupakan koreksi klasik setelah reli yang luar biasa, bukan sinyal perubahan tren jangka panjang.
“Penurunan harga emas ini adalah koreksi klasik setelah kenaikan yang sangat kuat,” ujar Forbes.
Ia menambahkan, aksi ambil untung, penguatan dolar AS, serta perkembangan geopolitik terbaru dari Washington turut menekan minat beli.
Indeks dolar AS sendiri menguat sekitar 0,8% sejak Kamis lalu. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang dolar menjadi kurang menarik bagi investor global. Selain itu, prospek kebijakan moneter yang lebih ketat juga meningkatkan daya tarik obligasi pemerintah AS dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dalam jangka pendek, Forbes memperkirakan harga emas masih akan bergerak tinggi namun volatil, sembari pasar menunggu kepastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Senin, 02 Februari 2026
Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 3,14 Persen ke USD 51,85 Usai Reli Panjang
Equityworld Futures | Harga Emas Anjlok 3,14 Persen ke USD 51,85 Usai Reli Panjang
Equityworld Futures | Harga emas tersungkur pada penutupan perdagangan di New York, Amerika Serikat. Logam mulia itu anjlok 3,14 persen atau 1,68 poin ke level USD 51,85 per unit pada Jumat (30/1) malam waktu setempat.
Equityworld Futures | Harga Emas Koreksi Brutal, Pakar Sebut Ini Bukan Akhir Tren
Berdasarkan data Bloomberg, emas dibuka di USD 51,11. Sementara harga penutupan sebelumnya berada di USD 53,53. Sepanjang hari, harga bergerak di rentang USD 50,09 hingga USD 53,32.
Volume transaksi tercatat 1.132.747 dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 1,278 miliar. Dalam 52 minggu terakhir, harga emas bergerak di kisaran USD 19,39–USD 57,66.
Koreksi ini terjadi setelah harga emas naik cukup lama dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan didorong pembelian besar-besaran oleh bank sentral sebagai alternatif dolar AS, serta investor global yang mencari aset aman saat nilai mata uang melemah.
Kenaikan harga emas telah berlangsung dengan lebih pesat dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh gelombang pembelian dari spekulator China.
Saat harga emas melonjak, penasihat perdagangan komoditas yang mengikuti tren pun ikut serta, menambah gejolak pada reli tersebut.
“Sekitar tiga atau empat minggu lalu kami telah mengidentifikasi bahwa ini berubah menjadi perdagangan momentum, bukan perdagangan fundamental,” kata Jay Hatfield , Kepala Investasi di hedge fund Infrastructure Capital Advisors.
Selain itu kekhawatiran atas independensi The Fed dan konfrontasi geopolitik dari Venezuela hingga Iran yang mendominasi berita utama, reli logam mulia menjadi simbol meningkatnya ketidakpercayaan sebagian investor terhadap dolar AS.
Seiring momentum kenaikan harga logam mulia menarik semakin banyak pembeli, demam emas dan perak melanda para pembeli dari Tiongkok hingga Jerman dalam pemandangan yang mengingatkan pada tahun 1979-1980, satu-satunya waktu lain dalam sejarah modern di mana pasar mengalami perubahan harga yang begitu dramatis.
“Untuk ukuran batangan tertentu, stok sudah habis terjual beberapa minggu sebelumnya, namun orang-orang tetap membelinya,” kata Sperzel dari Heraeus, yang mengatakan perusahaannya beroperasi dengan kapasitas maksimal untuk mencoba memenuhi permintaan.
“Orang-orang mengantre berjam-jam di depan toko-toko ini untuk membeli produk,” tambahnya.
Pergerakan harga paling dramatis terjadi pada perak, pasar yang relatif kecil dengan pasokan tahunan hanya senilai USD 98 miliar pada harga saat ini, dibandingkan dengan USD 787 miliar untuk emas.
Pada hari Jumat, iShares Silver Trust, dana yang diperdagangkan di bursa terbesar yang didukung oleh perak yang dikenal dengan kode saham SLV, mencatat volume perdagangan lebih dari USD 40 miliar.