Senin, 19 Januari 2026

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Merosot

Equityworld Futures | Kontrak Berjangka Wall Street Merosot

Equityworld Futures | Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street merosot pada Senin (19/1) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada delapan negara Eropa sampai AS diizinkan untuk membeli Greenland.

Equityworld Futures | Harga Emas Masih Jadi Primadona, Pakar Bidik Level US$ 4.750

Mengutip Investing.com, Senin, 19 Januari 2026, liburnya pasar saham dan obligasi AS menyebabkan perdagangan yang tipis dan kemungkinan berkontribusi pada penurunan 0,9 persen pada kontrak berjangka S&P 500 dan penurunan 1,1 persen pada kontrak berjangka Nasdaq. Futures Nikkei juga mengindikasikan awal yang lemah untuk saham-saham Asia.

Trump mengatakan dia akan memberlakukan bea masuk tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari mendatang untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, yang akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Negara-negara besar Uni Eropa mengecam ancaman tarif atas Greenland sebagai pemerasan, dan Prancis mengusulkan untuk menanggapi dengan serangkaian tindakan balasan ekonomi yang belum pernah diuji sebelumnya.

Opsi yang dimiliki Uni Eropa mencakup paket tarif sendiri terhadap impor AS senilai 93 miliar euro yang ditangguhkan selama enam bulan pada awal Agustus, dan langkah-langkah berdasarkan Instrumen Anti-Koersi yang dapat memukul perdagangan jasa atau investasi AS.

Demo Ewf  

Demo Equityworld

Kamis, 15 Januari 2026

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Termahal, Emiten Apa yang Layak Diburu?

Equityworld Futures | Harga Emas Cetak Rekor Termahal, Emiten Apa yang Layak Diburu?

Equityworld Futures | Kenaikan harga emas yang terus mencetak rekor menjadi katalis positif bagi kinerja emiten tambang emas di pasar saham. Lonjakan harga komoditas ini membuat harga jual emas berada di level tinggi, sehingga membuka peluang pelebaran margin keuntungan bagi perusahaan tambang.

Equityworld Futures | Harga Emas Mengamuk, Lagi-Lagi Cetak Rekor & Sejarah Baru

Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai, kondisi tersebut menjadi momentum penting terutama bagi emiten dengan biaya produksi yang efisien.

Menurutnya, dengan struktur biaya yang terkendali, setiap kenaikan harga emas berpotensi langsung meningkatkan laba bersih perusahaan.

"Emiten dengan produksi emas yang besar dan production cost yang efisien akan merasakan dampak positifnya," kata Reydi kepada Liputan6.com, Rabu (14/1/2026).

Secara historis, kata Reydi, reli harga emas kerap diikuti penguatan saham-saham sektor terkait. Pasar biasanya merespons optimisme margin yang membaik, seiring ekspektasi bahwa kinerja keuangan emiten akan terdongkrak pada periode laporan keuangan berikutnya.

"Secara historikal tren penguatan emas kerap direspon dengan kenaikan harga saham, hingga nanti tren lanjutannya saat rilis kinerja laporan keuangan," ujarnya.

Demo Ewf

 Demo Equityworld

Rabu, 14 Januari 2026

Equityworld Futures | Pesta 3 Hari Berhenti, Harga Emas Turun Dihantam Aksi Jual Untung

Equityworld Futures | Pesta 3 Hari Berhenti, Harga Emas Turun Dihantam Aksi Jual Untung

Equityworld Futures | Harga emas sedikit pertahan dengan melandai pada perdagangan kemarin. Harganya melandai setelah merajalela dalam tiga hari.

Equityworld Futures | Para Ahli Strategi Citi Naikkan Proyeksi Harga Emas

Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), harga emas dunia turun 0,13% di level US$4.587,39 per troy ons. Penurunan terjadi usai emas mencapai rekor tertinggi barunya. Pada perdagangan intraday, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$4.587,39 per troy ons.

Pelemahan kemarin juga menutup pesta emas selama tiga hari beruntun dengan penguatan 3,2%.

Pada perdagangan hari ini Rabu (14/1/2026) hingga pukul 06.32 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,21% di posisi US$4.596,98 per troy ons.

Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa, karena data inflasi Amerika Serikat (AS) memperkuat spekulasi penurunan suku bunga The Federal Reserve tahun ini dan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang terus-menerus mendorong permintaan aset safe-haven, sementara perak juga mencapai puncak baru.
Namun, aksi profit taking membuat harga emas melandai di akhir perdagangan dan berakhir di zona merah.

"Alasan untuk nada yang sedikit positif di seluruh pasar adalah data inflasi yang baik, menunjukkan kemungkinan yang lebih tinggi untuk penurunan suku bunga The Fed di masa mendatang," ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Indeks Harga Konsumen inti AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan pada bulan Desember, lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar 0,3% dan 2,7%, masing-masing.

Trump kembali menegaskan dorongannya untuk memangkas suku bunga secara "signifikan" setelah data inflasi tersebut.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan 27-28 Januari, meskipun investor saat ini mengantisipasi dua pemangkasan suku bunga tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan bagi emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Faktor-faktor fundamental seperti ketegangan geopolitik dan pertanyaan tentang independensi The Fed terus mendukung emas sebagai aset safe-haven.

Kekhawatiran tentang independensi The Fed meningkat setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, yang menuai kritik dari mantan kepala The Fed dan bankir sentral global.

Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berdagang dengan Iran, yang berisiko membuka kembali luka lama dengan Beijing, mitra utama Teheran. Di tempat lain, Rusia menyerang kota-kota di seluruh Ukraina dengan rudal dan drone semalam.

Commerzbank menaikkan perkiraan harga emas akhir tahun 2026 menjadi US$4.900 per troy ons.

Sementara itu, CME Group mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menyesuaikan penetapan margin untuk logam mulia untuk mengatasi volatilitas pasar.

Selain itu, permintaan bank sentral terhadap emas telah meningkat selama empat tahun dan kemungkinan akan berlanjut hingga tahun 2026, seiring dengan permintaan investasi yang kuat, kata para analis.

Bank sentral China memperpanjang pembelian emasnya hingga bulan ke-14 pada bulan Desember, sehingga kepemilikannya mencapai 74,15 juta ons troy emas murni.

Saat harga emas mencapai rekor tertinggi sebanyak 53 kali pada tahun 2025, arus masuk tahunan ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas fisik melonjak menjadi US$89 miliar, yang terbesar dalam sejarah, menurut Dewan Emas Dunia.

Kepemilikan ETF berbasis emas terbesar XAU, termasuk SPDR Gold Trust New York, mencapai 1.073,41 metrik ton pada tanggal 29 Desember, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.

Demo Ewf 

Demo Equityworld

Selasa, 13 Januari 2026

Equityworld Futures | Warga Miskin Kelantan Kini Boleh Mendulang Emas Secara Legal

Equityworld Futures | Warga Miskin Kelantan Kini Boleh Mendulang Emas Secara Legal

Equityworld Futures | Pemerintah negara bagian Kelantan, Malaysia, resmi mengeluarkan kebijakan untuk melegalkan aktivitas mendulang emas skala kecil bagi warga kurang mampu. Langkah ini diambil sebagai upaya memberikan napas baru bagi ekonomi rakyat di tengah harga emas dunia yang terus meroket mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Tembus US$4.600 per Ons Selasa (13/1), Investor Ambil Untung

Mulai 1 Januari 2026, pemerintah setempat telah membuka permohonan lisensi resmi bagi warga yang ingin mendulang emas secara manual di area-area yang telah ditentukan. Seperti dikutip SCMP pada Selasa (13/1/2026), kebijakan ini menyasar para pekerja harian dan mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap di Kelantan, salah satu wilayah dengan basis industri terbatas di Malaysia.

Direktur Tanah dan Galian Kelantan Nik Raisnan Daud menyatakan skema ini dirancang untuk menyeimbangkan antara bantuan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

"Pemerintah negara bagian percaya bahwa masyarakat berpenghasilan rendah masih bisa mengambil bagian dalam aktivitas ini, terutama mereka yang bergantung pada upah harian," ujarnya, baru-baru ini.

Saat ini, emas kadar 916 (setara 22 karat) yang umum dijadikan perhiasan diperdagangkan di kisaran 565,77 ringgit (sekitar Rp 2 juta) per gram. Meskipun harga fluktuatif, nilai jual yang tinggi ini menjadi daya tarik luar biasa bagi warga setempat untuk mengadu nasib di pinggiran sungai.

Aturan Ketat: Hanya Boleh Secara Manual


Untuk mencegah kerusakan lingkungan dan meminimalisir risiko keselamatan, pemerintah Kelantan menetapkan aturan ketat yakni tidak boleh ada mesin berat. Pendulangan hanya boleh dilakukan secara manual menggunakan tangan, sekop, dan nampan logam.

Pemerintah akan menyaring setiap aplikasi lisensi dengan memprioritaskan rumah tangga miskin. Dua distrik, yakni Tanah Merah dan Jeli, telah diidentifikasi sebagai wilayah dengan potensi emas terbesar yang akan segera ditetapkan sebagai zona pendulangan resmi.

Keputusan pemerintah ini juga dipicu oleh maraknya video viral di media sosial yang menunjukkan warga Kelantan berhasil menemukan serpihan emas di dasar sungai. Dalam video-video tersebut, warga terlihat menyendok pasir sungai ke dalam nampan, mencampurnya dengan air, dan menggoyang-goyangkannya hingga sedimen ringan terbuang dan menyisakan butiran emas yang berkilau di dasar nampan.

Potensi ini bukan sekadar isapan jempol. Pada 2019, mahasiswa dari Universiti Malaysia Kelantan (UMK) dilaporkan berhasil mendulang hampir 44 gram emas dan batu permata senilai 22.000 ringgit hanya dalam satu program eksplorasi lapangan di Distrik Jeli.

Negara bagian Kelantan memiliki posisi geografis yang sangat strategis dalam industri pertambangan karena terletak di jalur Sabuk Emas Tengah (Central Gold Belt) Semenanjung Malaysia. Jalur mineral ini membentang dari negara bagian Pahang, melintasi Kelantan, hingga ke Terengganu, yang menyimpan cadangan emas primer dan aluvial yang signifikan.

Secara historis, aktivitas mendulang emas di sungai-sungai pedalaman Kelantan telah dilakukan secara turun-temurun selama beberapa generasi. Penelitian dari Departemen Survei Geologi Malaysia pada era 1980-an dan 1990-an telah mengidentifikasi puluhan zona prospektif emas di wilayah tengah negara bagian ini.

Meski potensi mineralnya besar, Kelantan sering kali menghadapi tantangan dalam pembangunan industri dibandingkan negara bagian lain di pantai barat Malaysia. Oleh karena itu, pelegalan pendulangan tradisional ini dipandang sebagai cara praktis untuk memanfaatkan kekayaan alam lokal secara langsung demi kesejahteraan rakyat kecil tanpa harus bergantung sepenuhnya pada investasi korporasi besar.

Demo Ewf  

Demo Equityworld