Jumat, 13 Maret 2026

Equityworld Futures | Harga Minyak Balik ke Bawah US$100 Usai AS Izinkan Beli Minyak Rusia

Equityworld Futures | Harga Minyak Balik ke Bawah US$100 Usai AS Izinkan Beli Minyak Rusia

Equityworld Futures | Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (13/3) pagi setelah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut selama 30 hari. Kebijakan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Equityworld Futures | Harga Emas Hari Ini Melorot Tajam, Harga Perak Ikut Amblas

Mengutip Reuters, harga kontrak minyak mentah Brent turun 71 sen atau 0,71 persen menjadi US$99,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 88 sen atau 0,92 persen menjadi US$94,85 per barel.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan penerbitan lisensi tersebut merupakan langkah untuk menstabilkan pasar energi global yang bergejolak akibat perang di Iran.

Analis Haitong Futures, Yang An, menilai kebijakan itu memang membantu meredakan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek, namun belum menyelesaikan masalah utama yang memicu ketidakpastian harga minyak.

"Penerbitan lisensi ini meredakan kekhawatiran pasar, tetapi tidak menyelesaikan masalah paling mendasar. Hal terpenting adalah pemulihan navigasi di Selat Hormuz," ujarnya.

Pengumuman terkait minyak Rusia itu muncul sehari setelah Departemen Energi AS menyatakan akan melepas 172 juta barel minyak dari cadangan strategis atau Strategic Petroleum Reserve untuk menahan lonjakan harga minyak akibat perang di Iran.

Langkah tersebut dikoordinasikan dengan International Energy Agency yang juga sepakat melepas total 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global, termasuk kontribusi dari Amerika Serikat.

Meski demikian, analis IG Tony Sycamore mengatakan dampak positif dari pelepasan cadangan minyak itu tidak berlangsung lama setelah risiko geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat.

Sebelumnya pada Kamis (12/3), harga minyak melonjak lebih dari 9 persen dan mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022. Ketegangan meningkat setelah pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menyatakan negaranya akan terus bertempur dan tetap menutup Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Kamis, 12 Maret 2026

Equityworld Futures | Iran: Siap-Siap Harga Minyak US$200 per Barel

Equityworld Futures | Iran: Siap-Siap Harga Minyak US$200 per Barel

Equityworld Futures | Pemerintah Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi lonjakan harga minyak hingga US$200 per barel, di tengah eskalasi perang yang makin luas dan gangguan serius terhadap jalur distribusi energi internasional.

Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Turun ke USD 5.170 per Ons

Peringatan tersebut disampaikan setelah pasukan Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal dagang di perairan Teluk pada Rabu (11/3/2026), sementara Badan energi internasional (International Energy Agency/IEA) telah sepakat melepas cadangan minyak strategis hingga 400 juta barel untuk meredam guncangan pasokan energi yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terburuk sejak krisis minyak 1970-an.

"Bersiaplah harga minyak menjadi US$200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional, yang telah Anda destabilisasi," kata juru bicara komando militer Iran Ebrahim Zolfaqari dalam pernyataan yang ditujukan kepada Washington, dilansir Reuters.

elain itu, setelah kantor sebuah bank di Teheran terkena serangan pada malam sebelumnya, Zolfaqari mengatakan Iran akan merespons dengan menyerang bank-bank yang melakukan bisnis dengan AS atau Israel.

Ia juga memperingatkan masyarakat di Timur Tengah agar menjaga jarak 1.000 meter dari bank-bank di kawasan tersebut.

Perang yang dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel hampir dua pekan lalu telah menewaskan sekitar 2.000 orang. Konflik tersebut juga meluas ke wilayah Lebanon serta menyebabkan kekacauan di pasar energi global dan sektor transportasi.

Meskipun Pentagon menggambarkan operasi udara terhadap Iran sebagai yang paling intens sejak perang dimulai, Teheran menunjukkan bahwa mereka masih mampu melakukan serangan balasan.

Pada Rabu, Iran meluncurkan serangan ke Israel dan sejumlah target lain di Timur Tengah. Serangan ini menunjukkan bahwa kemampuan militernya masih aktif meskipun menghadapi tekanan militer besar.

Di perairan Teluk, tiga kapal dilaporkan terkena serangan. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan mereka menembaki kapal-kapal di kawasan tersebut yang tidak mematuhi perintah mereka.

Di tengah ketegangan tersebut, harga minyak global yang sempat melonjak hingga hampir US$120 per barel pada awal pekan kemudian turun kembali ke sekitar US$90. Namun pada Rabu, harga kembali naik hampir 5% akibat kekhawatiran gangguan pasokan.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis  

Hubungi Kami

Rabu, 11 Maret 2026

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Akankah Data Inflasi IHK AS Mendorong Pembeli XAU/USD?

Equityworld Futures | Prakiraan Harga Emas: Akankah Data Inflasi IHK AS Mendorong Pembeli XAU/USD?

Equityworld Futures | Emas melanjutkan pemulihan di atas batas $5.200 dalam perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, karena para pembeli tampak optimis menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk mendapatkan daya dorong lebih lanjut.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun saat Perang di Timteng, Tak Lagi Jadi Safe Haven?

Meski perang di Timur Tengah semakin meningkat, Emas kesulitan untuk bersinar sebagai penyimpan nilai tradisional, serta sebagai lindung nilai inflasi.

Namun, pembaruan aksi jual dalam harga Minyak, setelah laporan Reuters bahwa "International Energy Agency (IEA) telah mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk menurunkan harga minyak mentah, mengangkat sentimen risiko dan mengurangi daya tarik safe-haven Dolar AS (USD). Hal ini, pada gilirannya, mendukung kelanjutan rebound dalam Emas dari dekat area $5.000.

Pasar sangat menantikan data inflasi IHK AS untuk bulan Februari untuk menentukan apakah pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih menjadi opsi di tahun ini. Laporan inflasi bisa menjadi katalis penting yang dicari para pembeli Emas untuk mengembalikan tren naik.

IHK inti AS diprakirakan stabil di 2,5% pada basis tahunan pada bulan Februari. IHK inti bulanan diprakirakan naik sebesar 0,2% di bulan Februari setelah pertumbuhan 0,3% di bulan Januari. Sementara itu, inflasi IHK tahunan diprakirakan tetap di 2,4% pada periode yang sama. 

Reaksi terhadap data inflasi AS bisa bersifat sementara dan berlangsung singkat di tengah pembaruan perang di Timur Tengah dan volatilitas harga Minyak, yang dapat membayangi sentimen para investor.

Relative Strength Index (RSI) terbaru yang mendekati 57 tetap nyaman di atas garis tengah 50, mengindikasikan momentum positif tetapi tidak terlalu tertekan setelah pullback baru-baru ini dari puncak akhir Mei.

Jika data IHK tahunan dan bulanan inti menunjukkan kenaikan yang mengejutkan, hal ini dapat menghilangkan potensi pemotongan suku bunga The Fed untuk tahun ini, menghidupkan kembali tren naik Dolar AS. Dalam kasus ini, Emas bisa jatuh kembali menuju area support $5.000 sebelum melepaskan penurunan tambahan menuju SMA 50-hari di $4.915.

Sebaliknya, Emas bisa mempertahankan momentum pemulihan jika inflasi melambat dengan laju yang lebih cepat dari yang diprakirakan. Skenario ini akan mendorong Emas lebih jauh menuju resistance Fibonacci 78,6% di $5.342 jika batas psikologis $5.250 berhasil ditembus secara tegas. 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Legalitas Bisnis

Hubungi Kami

Selasa, 10 Maret 2026

Equityworld Futures | Kata Trump Harga Minyak Naik karena Perang Cuma Urusan Kecil

Equityworld Futures | Kata Trump Harga Minyak Naik karena Perang Cuma Urusan Kecil

Equityworld Futures | Perang yang dimulai oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran membuat harga minyak dunia melambung. Namun, Presiden AS Donald Trump menganggap hal itu cuma masalah kecil.

Equityworld Futures | Harga Emas Turun Lagi, Enaknya Jual atau Beli?

Dirangkum detikcom, Senin (9/3/2026), AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menyebabkan Ayatollah Ali Khamenei yang saat itu merupakan pemimpin tertinggi Iran gugur.

Iran langsung membalas serangan tersebut dengan meluncurkan drone serta rudal ke pangkalan militer AS dan fasilitas AS yang ada di sejumlah negara Asia Barat seperti Qatar, Irak, Bahrain hingga Arab Saudi. Iran juga meluncurkan serangan ke Israel.

Saling serang antara AS-Israel dengan Iran terus berlanjut. Kondisi itu menyebabkan kapal-kapal pengangkut minyak takut untuk melintasi Selat Hormuz yang merupakan jalur penting minyak dunia.

Harga minyak dunia pun langsung melonjak hingga di atas USD 100 per barel. Sejumlah negara penghasil minyak besar seperti, Kuwait dan Uni Emirat Arab, mengurangi produksi karena penyimpanan mereka cepat penuh akibat penutupan Selat Hormuz. Irak juga mulai menghentikan produksinya minggu lalu.

Trump lalu menanggapi lonjakan harga minyak imbas perang yang dikobarkannya itu. Trump menilai lonjakan harga minyak itu sebagai pergerakan jangka pendek dan merupakan 'harga yang sangat kecil untuk dibayar'.

Trump, seperti dilansir Bloomberg dan Al Arabiya, Senin (9/3/2026), mengatakan lonjakan harga minyak akan turun dengan cepat 'ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir'.

"Harga minyak jangka pendek, yang akan turun dengan cepat ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar bagi AS, dan dunia, dan keamanan dan perdamaian," tulis Trump dalam pernyataan via Truth Social.

"HANYA ORANG BODOH YANG AKAN BERPIKIR SECARA BERBEDA," ucap Presiden AS tersebut.

Dalam unggahan media sosial pada Sabtu (7/3) pagi, Trump mengatakan AS akan mempertimbangkan untuk menyerang area-area dan kelompok orang di Iran yang sebelumnya tidak dianggap sebagai target. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah untuk tidak mundur.

Sementara itu, Iran baru saja mengumumkan Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Garda Revolusi Iran telah berjanji untuk patuh kepada pemimpin tertinggi yang baru.

Profil Perusahaan Ilustrasi Transaksi Legalitas Bisnis