Kamis, 13 September 2018

Equity World | PSSI Tunggu Keputusan Luis Milla pada 17 September

Equity World | PSSI Tunggu Keputusan Luis Milla pada 17 September

Equity World | PSSI menunggu keputusan Luis Milla untuk menangani timnas Indonesia pada Piala AFF 2018 pada 17 September mendatang. Saat ini, Milla masih mempertimbangkan tawaran kontrak dari PSSI untuk melanjutkan menangani Indonesia.

Sekjen PSSI, Ratu Tisa, yang ditugaskan menjalin komunikasi dengan agen Luis Milla.

Wakil Ketua PSSI, Joko Driyono, optimistis pelatih asal Spanyol Luis Milla untuk kembali melatih Timnas Indonesia.

"Kami masih yakin Luis Milla akan menerima tawaran kami. Bicara sang pelatih yang satu ini bukan hanya bukan sekadar hubungan pemberi kerja dan karyawan. Milla punya passion untuk sepak bola Indonesia," kata Joko.

"Tanggal 13 sampai 14 September ini kami akan merespon balik terhadap keinginan agen Luis Milla. Substansi kontrak itu nanti akan terkait empat hal, yaitu durasi, target, nilai, dan fasilitas-fasilitas yang diinginkan pelatih. Semoga proses negosiasi bisa berjalan mulus," ujar Joko.

Tisha akan melaporkan ending negosiasi dengan Milla dalam rapat Komite Eksekutif PSSI pada 17 September mendatang.

Jika Milla setuju dengan tawaran PSSI, Joko berharap mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu segera datang ke Indonesia untuk memulai tugasnya memulai persiapan Piala AFF 2018.

Ini 8 Gejala Menopause yang Sebaiknya Kamu Kenali Sedini Mungkin, Say! | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

Jika tak ada titik temu dalam proses negosiasi, PSSI akan langsung bergerak mencari pelatih pengganti. Figur Simon McMenemy disebut-sebut jadi kandidat pengganti Luis Milla. Proses pembicaraan awal sudah dilakukan dengan pelatih asal Skotlandia itu yang saat ini menukangi klub Bhayangkara FC.

"Setelah semuanya jelas, maka ada waktu tambahan yang akan dilakukan PSSI untuk menggodok nama-nama pelatih alternatif. Paling lambat akhir September semuanya sudah jelas. Piala AFF 2018 akan digelar mulai awal November, PSSI tidak punya banyak waktu," ujar Joko Driyono.

Saat beruji coba melawan Mauritius pada Selasa (11/9/2018) tugas melatih timnas Indonesia dipegang oleh duet Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto.

Equity World

Rabu, 12 September 2018

Equity World | Valentino Rossi: Ducati dan Honda Belajar dari Yamaha

Equity World | Valentino Rossi: Ducati dan Honda Belajar dari Yamaha
Valentino Rossi, MotoGP

Equity World | Tim Movistar Yamaha belum juga mengakhiri paceklik kemenangannya di ajang MotoGP. Tim berlogo Garpu Tala itu belum memenangkan satu seri pun setelah terakhir kali Valentino Rossi berhasil merebut podium pertama pada MotoGP Assen, Belanda, 2017.

MotoGP San Marino juga kembali jadi 'kuburan' bagi pembalap-pembalap Tim Yamaha. Rossi dan rekan satu timnya Maverick Vinales sama sekali tidak berkuti pada balapan ini.

Rossi yang memiliki segudang pengalaman hanya mampu finis di urutan ketujuh. Sementara, pembalap Yamaha lainnya, Vinales harus puas di tempat kelima.

Sedangkan posisi pertama kembali diraih Ducati lewat pembalap andalannya, Andrea Dovizioso. Menyusul di posisi kedua, pembalap Honda Repsol, Marc Marquez.

Seperti dilansir Crash.net, perubahan pada mesin ditengarai menjadi kunci kebangkitan Ducati dan Honda. Sebab sejak menggunakan tata letak V4, mesin-mesin kuda besi Ducati dan Honda mampu bekerja lebih baik dan mulai mengikis hegemoni Yamaha di lintasan.

Sementara, Yamaha masih setia dengan sistem blok empat silinder yang diterapkan pada sepeda motor Rossi sejak pertama kali tiba 2004 lalu. Belakangan, permasalah elektronik dan kerap dikeluhkan oleh The Doctor--julukan Valentino Rossi di lintasan MotoGP.

"Bisa jadi, ada juga masalah pada mesin," kata Rossi menanggapi seperti dilansir Crash.

"Bisa kami katakan, Ducati dan Honda belajar dari Yamaha. Sejak 3-4 tahun lalu, mesin Yamaha sangat lembut dan Honda serta Ducati banyak 'menjerit', lebih agresif," katanya. 

Menurut Rossi, sepertinya Ducati dan Honda mulai meniru sepeda motor Yamaha sejak tahun lalu. Bedanya, kedua tim itu masih menggunakan mesin V, sementara Yamaha tetap dengan blok 4 silinder. "Bisa jadi bagian dari masalah, tapi jujur saya tidak tahu," katanya.

8 Alasan Paling Penting Kenapa Kamu Harus Minum Air Putih yang Banyak! | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

Rekan setim Valentino Rossi, Maverick Vinales, juga bersikap sama. Vinales enggan membahas terlalu dalam mengenai mesin Yamaha. "Saya bukan teknisi. Saya tidak tahu (apakah Yamaha perlu berganti mesin ke V4)," kata pembalap asal Spanyol tersebut

Finis di posisi kelima pada MotoGP San Marino, Vinales mengaku tidak dalam posisi mengomentari mengenai perbedaan model mesin. Dia hanya fokus pada cengkraman ban.

"Saya hanya tahu saat sepeda motor punya cengkraman, itulah sepeda motor terbaik untuk ditunggangi. Namun sesaat setelah kami kehilangan cengkraman, elektronik tidak akan banyak membantu, dan itu sangat menyulitkan untuk jadi cepat dan akurat," katanya.

Equity World

Senin, 10 September 2018

Equity World | Neymar Diminta Lebih Bertanggung Jawab Jadi Kapten Timnas Brasil

Equity World | Neymar Diminta Lebih Bertanggung Jawab Jadi Kapten Timnas Brasil

Kabar Transfer: Neymar Gantikan Ronaldo, City Dapatkan Mahrez

Equity World | Gilberto Silva meyakini ban kapten timnas Brasil akan membuat Neymar jadi pemain yang lebih bertanggung jawab. Menurut Silva, Neymar memang pantas dianggap sebagai pemain terbaik Brasil saat ini dan ban kapten tersebut layak dia kenakan.

Sebelumnya, ban kapten timnas Brasil dikenakan beberapa pemain. Pelatih Brasil Tite menerapkan kebijakan rotasi di Piala Dunia 2018 lalu. Pemain-pemain seperti Thiago Silva, Miranda, dan Marcelo bergantian menjadi kapten.

Tapi, kini Tite sudah menghapus kebijakan tersebut. Dia mengangkat Neymar sebagai kapten permanen Selecao. Ia berharap keputusan tersebut akan berdampak positif baik bagi sang pemain maupun bagi kebaikan tim Brasil sendiri.

Neymar terus dikritik selama Piala Dunia 2018 karena reaksi berlebihan saat dilanggar lawan. Kendati demikian, kini setelah menjadi kapten, Silva percaya Neymar akan berubah jadi lebih baik.

Menurut Silva, keputusan menjadikan Neymar sebagai kapten permanen Brasil dilakukan juga untuk melindungi reputasinya. Selain itu, dengan ban kapten tersebut, Neymar juga diharapkan lebih memahami tanggung jawabnya sebagai pemain terbaik dalam tim Brasil.

"Saya percaya mereka (Brasil) ingin lebih melindungi Neymar karena kritik yang dia terima di Piala Dunia," kata Silva kepada fourfourtwo.

"Juga untuk mengingatkan dia bahwa dia memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk tim, untuk apa yang dia representasikan dalam dunia sepak bola."

Silva pun percaya Neymar masih memiliki banyak potensi yang belum berkembang sempurna. Dia menilai Neymar masih bisa jadi pemain yang jauh lebih baik dari kondisinya saat ini.

Karena itu, memberikan ban kapten pada Neymar dinilai sebagai keputusan yang sangat tepat. Neymar akan terus berkembang dan merasa bertanggung jawab pada statusnya sebagai kapten.

5 Alasan Cewek irit Itu Calon Istri Bijaksana, yang Paham Mengatur Kebutuhan Tanpa Berlebihan | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

"Status kapten tersebut membantunya untuk memahami tanggung jawab sebagai sesuatu yang positif, sebagai perkembangan personal," ucap mantan pemain timnas Brasil itu.

"Penting untuk mempertahankan fokusnya dan mengabaikan kritik. Dia masih memiliki banyak hal yang bisa dilakukan dalam perkembangannya," tutup Silva.

Equity World

Jumat, 07 September 2018

PT Equityworld | Rupiah Melemah, Masyarakat Tak Perlu Panik

PT Equityworld | Rupiah Melemah, Masyarakat Tak Perlu Panik

PT Equityworld | Pemerintah yakin bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak akan melemah seperti yang terjadi pada krisis pada 1998. Namun, pemerintah tetap akan waspada memantau data pasar dalam negeri serta berbagai perkembangan terkini di dunia internasional.

Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Kantor Staf Presiden, Denni Puspa Purbasari menjelaskan, Indonesia memiliki pengalaman sebagai negara yang pernah mengalami krisis-krisis sebelumnya.

“Karena itu percayalah, pemerintah dapat melakukan aksi pencegahan agar kita tak jatuh dalam krisis,” katanya seperti dikuti dari keterangan tertulis, Jumat (7/9/2018).

Denni juga menggarisbawahi agar masyarakat tidak perlu panik dan reaksioner menghadapi kondisi ini.

“Situasi Indonesia ini jauh berbeda dibandingkan kondisi pada 1998 atau 2008. Satu hal yang pasti bahwa pada saat ini cadangan devisa kita jauh lebih kuat, lima kali lebih kuat dibanding 1998,” kata dia.

Hal positif lain, menurut Denni, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran masuk modal asing mencapai 4,5 miliar dolar AS ke Indonesia.

“Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga solid serta peringkat surat utang pemerintah tidak masalah, sehingga kita masuk dalam investment grade yang bagus atau layak investasi menurut lima lembaga pemeringkat ekonomi,” ungkapnya.


Denni menegaskan, pemerintah tidak bersikap santai menghadapi situasi ini. Pemerintah sangat mawas akan hal ini, dengan menguatkan koordinasi dengan otoritas moneter dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yang juga tak kalah penting, Indonesia memiliki hubungan cukup baik dengan bank sentral negara lain, seperti Jepang, China, Korea Selatan, dan Australia.

“Kita punya bilateral soft arrangement, jadi saat misalnya kita butuh dolar, kita bisa minta bank sentral negara-negara itu untuk mem-back-up, walaupun cadangan devisa kita saat ini ada USD 118 miliar,” kata doktor ekonomi lulusan University of Colorado itu.

Pemerintah menahan harga BBM sejak tahun lalu demi menjaga daya beli masyarakat, termasuk dengan meningkatkan subsidi untuk solar serta efisiensi Premium oleh Pertamina.

Smokers, Ini 7 Langkah Buat Kamu yang Berniat untuk Berhenti Merokok! | PT Equityworld

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | PT Equityworld

Terkait fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar AS, Denni mengingatkan, sebagai negara pengekspor minyak dan beberapa komoditas lain, pemerintah juga mendapatkan mendapatkan windfall berupa kenaikan PNBP.

“Keuntungan ini antara lain digunakan untuk menyubsidi solar agar dapat menstimulasi produktivitas di bidang industri khususnya transportasi barang dan jasa,” paparnya.

Intinya, pungkas Denni, berkaca dari indikator-indikator ekonomi yang baik tadi, masyarakat tidak perlu panik. “Yang terjadi di dunia sana biarlah terjadi di sana, kita tetap saja fokus bekerja membangun bangsa,” katanya.

PT Equityworld